JAKARTA – Joko Widodo atau Jokowi menjadi tokoh yang dinilai paling layak menjadi presiden mendatang oleh kalangan wartawan. Dia paling ideal dipasang dengan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pada pemilihan umum (pemilu) presiden dan wakil presiden Juli nanti. Keduanya pun menjadi pasangan paling populer dibandingkan pasangan-pasangan lainnya.
Demikian hasil poling yang dilakukan Sinergi masyarakat untuk demokrasi Indonesia (Sigma) dan disampaikan di Jakarta, Kamis (23/1). Poling ini dilakukan pada 12-16 Januari 2014 dengan melibatkan 112 informawan wartawan dengan motede kualitatif. Ke-112 wartawan itu berasal dari 63 media cetak, elektronik, dan media online.
Dari 112 informan itu, 101 Informan menjawab nama tokoh yang diinginkan menjadi Presiden dan Wakil Presiden, 4 Informan hanya menjawab nama tokoh yang diinginkan menjadi Presiden saja, 7 Informan tidak bisa memberikan jawaban nama tokoh yang diinginkan menjadi Presiden dan/atau Wakil Presiden.
“Sepuluh tokoh yang diinginkan oleh Jurnalis untuk menjadi Presiden atau Wakil Presiden RI Periode 2014-2019 sebagai berikut: Joko Widodo, Jusuf Kalla, Mahfud MD, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama, Tri Rismaharini, Dahlan Iskan, Abraham Samad, Hatta Rajasa, “demikian bunyi pernyataan pers dari Sigma tersebut.
Terhadap jawaban Informan itu, Sigma membuat tiga kategori yakni tokoh yang paling diinginkan jadi presiden, tokoh yang cukup diinginkan, dan tokoh yang kurang diinginkan. Terdapat enam tokoh masuk dalam tokoh yang paling diinginkan jadi capres secara berturut-turut yaitu Joko Widodo, Jusuf Kalla, Mahfud MD, Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Basuki Tjahaja Purnama. Sedangkan yang masuk kategori cukup diinginkan jadi presiden adalah lima orang dengan urutan Tri Rismaharini, Dahlan Iskan dan Abraham Samad, Hatta Rajasa, Gita Wirjawan, serta Wiranto, Rizal Ramli, Hary Tanoesoedidjo, dan Ridwan Kamil. Sementara tokoh-tokoh seperti Aburizal Bakrie, Megawati Soekarnoputri, Marzuki Alie, dan Yusril Ihza Mahendra termasuk dalam tokoh yang paling tidak diinginkan jadi capres.
Sedangkan tokoh yang paling diinginkan menjadi presiden adalah Jokowi yang secara berturut-turut diikuti oleh. Prabowo Subianto, Jusuf Kalla, dan Mahfud MD. Tokoh-tokoh yang paling diingin jadi wakil presiden secara berturut-turut adalah Jusuf Kalla, Mahfud MD, Anies Baswedan, Joko Widodo, dan Basuki Tjahaja Purnama. Dan pasangan ideal yang paling diinginkan sebaga presiden dan wakil presiden mendatang adalah Jokowi – Jusuf Kalla, Jokowi – Mahfud MD, Jokowi – Ahok, Mahfud MD- Anies Baswedan, Jokowi – Anies Baswedan, Prabowo Subianto – Mahfud.
Lebih jauh dijelaskan, dalam jajak Pendapat ini setiap Informan diberikan keleluasaan dan dapat secara bebas menyebutkan siapapun nama tokoh yang diinginkan untuk menjadi Presiden atau Wakil Presiden RI Periode 2014-2019.
Jurnalis dipilih sebagai Informan karena dianggap lebih mengenal sosok tokoh dibandingkan dengan masyarakat pada umumnya. Profesi sebagai pekerja media memungkinkan para Jurnalis untuk lebih sering berinteraksi secara langsung dengan para tokoh, baik melalui kegiatan peliputan, wawancara, dan aktivitas jurnalistik lainnya. Dengan begitu, Jurnalis dianggap telah mengetahui kualitas tokoh ditinjau dari sejumlah sudut pandang.
“Pendapat Jurnalis dalam Jajak Pendapat ini adalah opini pribadi yang tidak mewakili media tempatnya bekerja. Hasil Jajak Pendapat ini juga tidak bisa digeneralisasi menjadi pendapat dari seluruh pekerja media, serta tidak mewakili opini profesi Jurnalis, “bunyi pernyataan pers itu lebih lanjut.
Sementara terkait biaya, poling ini dibiayai Sigma sendiri dan hasilnya sangat bisa dipertanggungjawabkan. “Jajak Pendapat ini bukanlah kegiatan pertama yang diselenggarakan oleh Sigma. Menjelang pelaksanaan Pemilu 2009, Sigma juga pernah menyelenggarakan sejumlah Jajak Pendapat yang terkait dengan isu Pemilu,” tutup Sigma.