Oleh : Abrari Alzael*
Dari tahun ke tahun, pada jumlah kemiskinan yang merangkak, pengangguran yang membengkak, dan utang yang terus cekak, lama-lama negara ini bisa tak tegak. Bisa jadi, jika perbaikan negara tidak segera dilakukan dan dibiarkan seperti ini adanya, karut-marut, maka apa yang dialami negara yang jatuh, akan dialami pula oleh bangsa ini.
Dulu, tak pernah ada yang menyangka Soviet akan lenyap sebagai sebuah negara. Kemerdekaan yang diraih bangsa ini, awalnya eksis dan berdaulat, meski tidak sepenuhnya begitu. Setidaknya tidak separah hari ini. Tetapi sekali lagi, jika negeri ini tidak berbenah, bukan tidak mungkin sebagai negara, Indonesia hanya tinggal sejarah. Soviet dan beberapa negara lainnya, adalah contoh sebagai negara yang lenyap dari muka bumi, termasuk lagu kebangsaannya, kebanggaannya ketika itu, Gosudarstvenniy Gimn SSSR.
Waktu itu, Soviet merupakan salah satu negara adidaya yang menakutkan tetapi akhirnya mengalami antiklimaks tahun 1991 yang mengilhami kelompok musik Scorpion dalam lagu Wind of Change. Selama tujuh dekade, negara ini berdiri kokoh sebagai benteng Marxis Stalinisme yang lahir pada masa kacau setelah pecahnya Imperial Rusia pasca Perang Dunia I. Soviet ketika itu berhasil mengalahkan Nazi dimana tidak ada orang yang berpikir bahwa Hitler bisa dihentikan, memperbudak Eropa Timur selama lebih dari empat puluh tahun, menghasut Perang Korea (1950), dan nyaris masuk ke perang terbuka dengan AS atas Kuba (1962).
Sebelum akhirnya Sovet benar-benar runtuh (1991), tanda-tandanya sudah bisa dikenali dari runtuhnya tembok Berlin (1989) yang diikuti hancurnya komunisme Eropa Timur. Kemudian Soviet pecah-belah ke lima belas negara berdaulat, menciptakan blok baru. Perpecahan ini mencapai puncak sejak pecahnya Austro- Hungaria Kekaisaran (1918). Soviet menjadi salah satu negara adidaya sejak 1922. Namun sejarah menjelaskan, 69 tahun kemudian, Soviet sebagai adidaya, negara, dan sebagai apapun di semesta ini, rontok.
Pelajaran dari melenyapnya negara karena satu sebab atau karena hal lain dapat berkursus kepada Jerman Timur (1949-1990), Cekoslowakia (1918-1992), Yugoslavia (1918-1992), Austro-Hungaria (1867-1918), Tibet (1913-1951), Vietnam Selatan (1955-1975), United Arab Republic (1958-1971), Ottoman Empire (1299-1922), dan Sikkim (abad ke-8 Masehi-1975). Dari sekian negara yang lenyap karena ketidakbedayaannya ini, Soviet yang paling mencengangkan. Bagaimana bisa, negara adidaya ambruk?
Indonesia bukan negara adidaya, dalam pengertian inversif, bukan tidak mungkin akan mengalami hal serupa Soviet; jika tidak berbenah, bila tidak mau berubah, dan tidak ingin menjadi lebih baik ; maka bersiaplah menerima nerakanya sendiri, tinggal menunggu waktu. Bukan tuhan tidak mau membantu, tetapi bisa jadi penduduk suatu negeri sudah membatu. Dalam situasi seperti ini, tuhan sudah tegas menjelaskan; tidak terlalu teknis! Maka ayat mana lagi yang telah dilacuurkan?
*Wartawan Senior di Madura