BANGKALAN – Pengurangan jam operasional yang telah dilakukan PT ASDP atas menurunnya pendapatan di jasa penyeberangan Ujung – Perak dinilai bukan satu-satunya solusi yang tepat. Jika hal itu masih tidak berpengaruh signifikan terhadap pelabuhan tersebut, pengelola pelabuhan mengaku akan mengurangi jumlah kapal yang beroperasi.
Setelah pengurangan jam operasional dari pukul 05.00 – 00.00 WIB menjadi 05.00 – 21.00, pihak pengelola jasa penyeberangan kapal akan mengurangi jumlah operasional kapal. Dari enam kapal yang tengah beroperasi rupanya akan dilakukan pengurangan dua buah kapal jika masih tetap tidak ada perkembangan. Saat ini kapal yang beroperasi KMP Gajah Mada, Darma Lautan Utama, Jokotole, KMP Tongkol, Selat I, dan Selat II.
“Tiga jam pengurangan waktu operasional kapal. Kemungkinan, jika masih tetap tak ada perubahan pendapatan, maka 2 kapal akan dikurangi,” kata Supervisor Pelabuhan Kamal, Ach Chairil, kemarin (13/2).
Dia menjelaskan terlalu banyak pengeluaran yang harus ditanggung perusahaan, jika perusahaan selalu merugi. Selama mengalami kerugian ini, PT ASDP diberikan subsidi dari pemerintah. Tentunya,kalau selalu dilakukan penyubsidian, perusahaan tidak akan mandiri. Oleh karena itu, terancam akan ditutup.
Menurutnya, DPD Gapasdap sendiri mengusulkan untuk dilakukan penutupan terhadap pelabuhan, karena kerugiannya sudah terlalu banyak, hampir 8 miliar. Namun, otoritas PT ASDP belum bisa melakukan usulan tersebut. Sebab banyak pertimbangan yang dipikirkan.
“DPD Gapasdap menyuruh ditutup. Tapi ASPD operator tidak mau, karena akan dilakukan evaluasi terlebih dahulu,” ungkapnya.
Dia menerangkan sebelum jembatan Suramadu beroperasi, dalam pembelian tiket setiap penumpang, ada alokasi yang harus dibayar kepada pemerintah daerah sebagai bentuk tambahan PAD. Namun, saat ini sudah tidak ada lagi. Selain biaya operasional kapal yang harus ditanggung, biaya sewa pelabuhan ujung harus dikeluarkan setiap tahun. Selama ini, pelabuhan perak diakui masih menyewa Rp 840 juta pertahun ke Pelindo.
“Saat ini, perusahaan sendiri tidak lagi memberikan konstribusi terhadap PAD Bangkalan,” ucapnya.