PROBOLINGGO – Sub terminal angkutan kota (angkot) Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo dinilai tak berfungsi. Pasalnya, meski sudah dibangun sub terminal, namun masih banyak angkot yang enggan masuk dan mencari penumpang di luar.
Akibatnya, kondisi sub terminal tersebut terlihat sepi. Bahkan, seperti tanah lapang yang tak berpenghuni. “Banyak angkot yang tidak masuk ke sub terminal,” ujar seorang warga setempat, Misnali kepada wartawan, Rabu (27/8).
Menurut dia, meskipun sudah ada sub terminal, namun para sopir angkot seolah enggan untuk masuk dan bayar retribusi. Mereka langsung balik kanan di tengah jalan untuk mencari penumpang. “Mereka lebih memilih cari penumpang di luar karena di dalam sub terminal memang sepi,” terang dia.
Salah seorang sopir angkot yang wanti-wanti namanya agar tidak dikorankan mengatakan, selama ini kebanyakan angkot memang sering tolak. Mereka tak mau singgah di sub terminal karena memang kondisi penumpang sepi. “Penumpang di dalam sub terminal itu sepi. Jadi memang banyak yang langsung ngacir,” katanya.
Selain mereka kebanyakan langsung tolak dan tidak masuk sub terminal karena kondisi sepi, mereka juga dikejar target setoran. Akibatnya, mereka enggan untuk masuk sub terminal.
Sementara itu, pantauan di lapangan, di dalam sub terminal memang terlihat sepi. Bahkan, beberapa warung terlihat tutup. Sebuah pos retribusi Dishub di sebelah selatan juga terlihat tutup. Tak satupun petugas yang jaga pos itu.
Secara terpisah, Kepala Dishub Kota Probolinggo, Sudiyanto saat dikonfirmasi sedang tidak ada di kantor. Saat dikonfirmasi melalui ponselnya, dia mengaku sedang ada rapat dengan Walikota Probolinggo, Hj. Rukmini. “Maaf ya, saya sedang ada rapat dengan Walikota sekarang,” kilahnya singkat. MUHAMMAD SUGIANTO