PROBOLINGGO- Adanya pembatasan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Pertamina di seluruh tanah air beberapa hari, nampaknya masyarakat kesulitan untuk mendapatkannya. Bahkan imbas dari adanya persoalan tersebut, para pengecer di wilayah Kabupaten Probolinggo tak mendapatan jatah pembelian BBM di SPBU.
Salah satu pengecer bensin, Robi (29), mengatakandirinya sudah kesulitan mendapatkan pembelian BBM sejak kemarin. Lantaran hendak melakukan pembelian SPBU. Namun ternyata terjadi antrian panjang kendaraan di SPBU Kecamatan Leces.Situasi itu juga dijaga ketat oleh pihak kepolisian.
Menurut keterangan salah satu polisi, Robi, untuk kalangan pengecer SPBU saat ini belum bisa melayani karena keterbatasan BBM.“Saya tidak jadi membeli dan membawa pulang jerigen tempat bensin yang saya bawa,” katanya, Rabu (27/8).
Dirinya mengaku kaget kalau bensin sekarang kesulitan untukmembelinya. Hari Senin (25/8) kemarin, SPBU masih melayani pembelian BBM.“Nggak tahunya sekarang pengecer sudah tidak boleh membelinya lagi,” jelas Robi.
Robi menambahkan stok bensin yang sudah tekemas dalam botol eceran saat ini memang sudah mulai menipis. Kemungkinan besar dalam hari ini ketersedian bensin di kios sudah habis dibelimasyarakat.“Mau gimana lagi mas, kalau pasokan BBM dibeberapa SPBU sudah menipis sedangkan pertamina belum juga melakukan pengiriman,” tegasnya.
Senada disampaikan ,Wage (35) salah satu pengecer kios bensin mengatakan, saat ini pembelian bensin menggunakan jerigen tidak diperbolehkan. Sehingga dirinya melakukan cara agar mendapatkan BBM dari SPBU.“Ya kalau menggunakan jerigen jelas ditolak, tetapi kelau menggunakan motor atau mobil bisa dilayani,” ucapnya.
Selepas dirumah, Wage menyedot menggunakan selang untuk di ecer. Namun, dia tak melakukan penjualan bensin dengan harga yang mahal. Harga jual bensin tetap dijual dengan harga Rp 7000 ribu perbotolnya.“Ini saya lakukan untuk menyediakan kebutuhan warga yang sudah terbiasa membelibensin eceran,” pungkasnya. MAHFUD HIDAYAH