SUMENEP – Kepala Kantor Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Kabupaten Sumenep, Abd Kahir mengatakan, 50 persen rumah penduduk masih belum mendapatkan aliran listrik, dan menyebar di 27 kecamatan.
”Kalau di daerah daratan yang belum teraliri listrik, mayoritas rumah warga yang berada di daerah pinggiran. Karena lokasinya sangat tidak memungkinkan,” katanya, Senin(30/3). Ia mencontohkan Kecamatan Batang- Batang, Pasongsongan, Guluk-Guluk, Batuputih, dan Gapura.
Setiap tahun, pengembangan listrik terus dilakukan namun hingga saat ini belum selesai. ”Untuk pengembangan listrik ini tidak bisa dilakukan secara serentak, melaikan harus dilakukan secara bertahap. Karena itu semua disesuaikan
dengan kemampuan anggaran yang ada,” terang mantan Kabag Humas Setkab Sumenep itu.
Pengembangan listrik tahun ini hanya terpusat di satu titik saja, yakni di Desa Jangkong, Kecamatan Batang-Batang. ”Untuk pengembangan, kami masih melihat potensi wilayahnya dulu. Kalau di Jangkong, kami harap bisa mendukung pengembangan pariwisata yang ada di sana,” terangnya.
Dirinya mengimbau agar semua warga bersabar. Meskipun tahun ini belum bisa teraliri listrik, namun dirinya berjanji akan mengupayakan pada tahun-tahun berikutnya.
Sebab, pengembangan listrik ini tidak hanya dilakukan oleh pemerintah daerah melaikan pemerintah pusat.
”Kalau pembangunan yang dilakukan oleh pusat, itu akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sementara untuk daerah kepulauan, kami juga melakukan pengembangan dengan menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD),” ungkapnya.
Manager PT PLN Persero Rayon Sumenep Slamet mengatakan, pada tahun 2015 pihak PLN tidak mengalokasikan anggaran untuk pengembangan jaringan, melainkan akan melanjutkan program tahun 2014 yang masih belum
terselesaikan. Program yang akan diselesaikan tahun ini di antaranya, Kecamatan Lenteng, Dungkek, dan Batang-Batang. ”Untuk sementara, kami terlebih dahulu akan fokus untuk menyelesaikan program 2014 yang belum rampung. Soalnya program ini sifatnya berkelanjutan,” tukasnya.
(JUNAEDI/MK)