BANGKALAN – Seorang aktivis anti korupsi, Mathur Husyairi yang merupakan korban penembakan orang tak dikenal, bakal menjalani operasi penyambungan usus. Pasalnya, atas kejadian penembakan tersebut menyebabkan usus Mathur harus dipotong, sehingga untuk sepenuhnya pulih masih perlu perawatan lebih intensif. Operasi penyambungan tersebut akan dilakukan di salah satu rumah sakit Surabaya, pada awal April 2015 mendatang.
“Pekan pertama bulan April nanti, saya akan menjalani operasi kembali. Untuk menyambung usus yang terpotong, akibat penembakan yang terjadi,” kata Mathur.
Saat ini kondisi Mathur tampak mulai sehat, meski belum sepenuhnya pulih dari sakitnya. Pria yang dikenal vokal dalam mengkritisi kebijakan pemkab Bangkalan ini sudah bisa berkomunikasi dengan baik. Namun, dirinya belum bisa berjalan terlalu jauh, karena kondisi belum normal. Dirinya berharap agar kondisi tubuhnya bisa segera sehat seperti sediakala.
“Sambung doanya saja, semoga operasi nanti berjalan lancar sesuai dengan harapan. Kemudian saya bisa sehat kembali serta bisa menyampaikan aspirasi masyarakat,” ucapnya.
Meskipun begitu, dirinya berharap kasus yang menimpanya menemukan jalan terang, sehingga pelaku bisa segera tertangkap. Dirinya pun mengaku pasrah terhadap penegak hukum. Apalagi, kasus yang menimpa dirinya sudah mendapat perhatian pemerintah pusat.
Seperti diberitakan, seorang aktivis anti korupsi ini ditembak orang tak dikenal saat membuka pintu pagar rumahnya, Jalan Teuku Umar, Kecamatan Kota, Bangkalan, Selasa 20/1 waktu lalu. Akibatnya, Mathur terluka pada bagian perut, sehingga mengenai ususnya.
(MOH RIDWAN/RAH)