
SAMPANG – Anggaran Pembangunan Tambatan Perahu yang sudah terealisasi delapan titik masih misterius. Bahkan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kabupaten Sampang tak transparan ketika publik hendak mengetahuinya. Dishubkominfo terkesan merahasiakan anggaran pembangunan tambatan perahu yang tersebar di empat kecamatan itu. Mereka berdalih takut menjadi isu liar.
Kabid Kelautan Moh. Chotibul Umam mengaku pembangunan tambatan perahu di delapan titik itu sudah selesai tahun 2014 dengan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusu (DAK) tahun 2014. Pembangunan itu ada di empat kecamatan, di antaranya Kecamatan Sreseh ada empat titik, Kecamatan Banyuates dua titik, sedangkan di Kecamatan Sokobanah satu titik.
Sementara di Kecamatan Sampang hanya mendapatkan satu titik. Namun, Chotib terkesan merahasiakan jumlah anggaran yang sudah direalisasikan itu saat ditanyakan. “Kalau masalah anggaran keseluruhan yang digunakan saya tidak ingat. Tapi yang jelas realisasi pembangunan itu sudah selesai,” kilahnya.
Dikatakan, pihaknya tidak berani menyebutkan anggaran tersebut dengan dalih dikhawatirkan akan terjadi isu liar di publik. Anehnya, Chotib pura-pura tidak ingat saat kembali ditanyakan awak media. “Intinya pekerjaan itu sudah selesai sesuai dengan ketentuan. Kalau anggarannya saya lupa,” ucapnya.
Chotibul Umam lebih detail menjelaskan, pada tahun ini Dishubkominfo kembali mendapat anggaran DAK untuk tambahan pembangunan tambatan perahu yang akan direalisasikan di Pulau Mandangin tepatnya Desa Mandangin, Desa Nipa Kecamatan Banyuates dan Desa Pangarengan Kecamatan Pangarengan Sampang. Namun, Chotibul Umam kembali mengaku tidak hafal berapa jumlah anggaran untuk pembangunan tersebut dengan alasan yang sama. “Kalau masalah anggaran saya tidak hafal, tanyakan yang lain saja,” tutupnya.
(RIDWAN/LUM/SYM)