
Hal tersebut dinyatakan oleh Kasatlantas Polres Sumenep, AKP Musa Bachtiar. Berdasarkan informasi yang pihaknya dapatkan, sejauh ini banyak abang becak yang tak tertib lalu lintas. Sehingga pihaknya merasa perlu mener-tibkan abang becak yang lalim lalu lintas.
Menurut Musa, selama ini banyak di antara abang becak yang suka melanggar aturan lalu lintas. Seperti menerobos lampu merah, melawan arus dan pelanggaran lalu lintas lainnya. “Banyak masyarakat yang mengadukan kepada kami, terkait tidak tertibnya abang becak,” ungkapnya, Rabu (1/4).
Namun begitu, Musa me-ngungkapkan, untuk sementara masih belum ada sanksi bagi tukang becak yang diketahui se-ring melanggar aturan lalu lintas tersebut. Namun, menurut mantan Brimob Polda Jatim itu mengaku akan melakukan pendekatan berbeda agar para abang becak itu bisa berubah dan mematuhi aturan lalu lintas yang ada.
Sementara saat disinggung mengenai kemungkinan akan dibuatkannya jalur khusus untuk becak, pihaknya mengaku masih akan melakukan koordinasi de-ngan pihak Dinas Perhubungan setempat. “Nanti, terkait jalur khusus itu akan dibahas di forum lalu lintas,” ungkap Musa.
Untuk diketahui, kemarin Satlantas Polres Sumenep menggelar Operasi Simpatik Semiru 2015 di Jl. Trunojoyo. Operasi digelar sekitar pukul 08.30 WIB.
Musa menjelaskan, tujuan dilaksanakannya operasi tersebut untuk memberi warning kepada masyarakat secara langsung agar lebih tertib berlalu lintas dan le-bih peduli kepada keselamatan-nya. Secara khusus, katanya, objek dari operasi simpatik itu adalah para abang becak, yang dinilai se-ring mengabaikan tata tertib berlalu lintas, seperti melawan arus.
Tak hanya memberi warning, kepolisian juga memberi makan gratis kepada para abang becak yang melintas di lokasi dilaksanakannya operasi simpatik tersebut. “Bapak, kalau lampu merah harus berhenti, dan tidak boleh melawan arus lalu lintas,” kata Musa kepada salah seorang abang becak sambil menyodorkan makanan.
Pantauan Koran Madura, sejak dari Mapolres Sumenep, sebagian banyak anggota Satlantas yang akan melakukan operasi simpatik itu menggunakan sepeda ontel. “Hal itu kami lakukan, untuk memberi pemahaman kepada masyarakat, bahwa bersepeda lebih aman daripada berken-daraan,” pungkas Musa.
Sementara itu, salah seorang tukang becak yang namanya enggan disebutkan membenarkan kalau selama ini ada sebagian dari rekan seprofesinya itu memang tidak memperhatikan lampu merah, sebagaimana disebutkan oleh Satlantas. Hanya saja, lanjutnya, tidak semua kawannya itu lalim lalu lintas. “Memang benar, tapi itu tidak semunya,” tegasnya.
(FATHOL ALIF/SYM)