SAMPANG – Iktikad Komisi IV untuk menyelesikan masalah raskin menemui kendala. Pasalnya, Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Sampang pada Selasa (7/4) tidak memenuhi panggilan Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat. Bahkan ia terkesan menghindar.
Sekretaris Komisi IV Abd Mannan mengatakan bahwa dirinya bersama anggota lain sampai menunggu dua jam di ruangan komisi. Namun, pihak bulog tak kunjung datang. Menurutnya, Komisi IV memanggil pihak Bulog karena banyak keluhan terkait kualitas beras tak layak konsumsi. Selain itu, materi pemanggilan juga berkaitan dengan alasan Bulog lebih mengutaman beras luar Madura daripada menggunakan beras lokal untuk di distribusikan. “Kami melakukan pemanggilan ini berdasarkan temuan- temuan terkait kualitas beras yang jelek,” katanya pada awak media.
Dikatakan, dari hasil kajian serta temuan di lapangan, masih banyak beras yang tidak layak di konsumsi. Sehingga, banyak masyarakat yang mengadu ke Komisi IV terkait bantuan beras miskin (raskin) yang diberikan Bulog. “Pengaduan yang kami terima dari masyarakat, bahwa bantuan raskin kualitasnya jelak, bahkan tak layak dikonsumsi,” paparnya.
Kata Mannan, memang raskin dengan kualitas jelek merupakan kasus yang tidak lazim terdengar. Sebab, berdasarkan kajian dan laporan dari realiasi Bulog Sampang tahun 2014 masih terdapat persoalan yang harus dibenahi. “Selama ini pengawasan Bulog yang masih rendah, sehingga seringkali bocor,” ucapnya.
.
Kendati itu, Komisi IV akan menekan kepada Bulog agar lebih mengutamakan beras lokal daripada beras luar Madura serta melakukan pengawasan lebih ketat lagi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. ”Yang harus di tekan kepada bulog, bulog diharuskan menggunakan beras lokal, selama ini kan menggunakan beras luar madura,” terangnya.
Dari pengamatan Komisi IV, lanjut Mannan, pihak Bulog lebih mengutaman beras luar Madura, ha litu atas temuan dan laporan dari masyarakat bahwa beras yang digunakan beras jawa. ”Kalau bulog menggunakan beras lokal, pasti akan mendukung terhadap pemberantasan kemiskinan yang ada di Sampang, makanya kami akan menekan bulog agar menggunakan beras lokal nanti,” tandanya.
Tidak hadirnya pihak Bulog, lanjut Mannan, tidak menjadi kendala bagi Komisi IV untuk terus melakukan pemantauan kegiatan Bulog, serta akan menekan agar menggunakan beras lokal. Bahkan, komisi berjanji akan kembali melayangkan surat pemanggilan lagi. “Pasti nanti kami akan layangkan surat pemanggila lagi,” tutupnya.
(RIDWAN/LUM)