PAMEKASAN – Banyaknya pengendara yang menerobos lampu merah di traffic light (TL). Mengindikasikan kesadaran masyarakat Pamekasan dalam mematuhi aturan lalu lintas di jalan raya, khususnya pengendara sepeda motor sebagian besar masih rendah.
Sejumlah persimpangan yang terdapat TL tapi kerap diabaikan pengendara, antara lain Jl Trunojoyo – Jl Kangenan, pertigaan Jl Trunojoyo – Jl Teja, pertigaan Jl Kabupaten – Jl Pintu Gerbang, dan TL di pertigaan Jl Jokotole – Jl Wahid Hasyim.
Pengendara yang menerobos lampu merah itu bukan hanya terjadi di malam hari, namun setiap saat, pagi hingga dan sore hari, di saat TL tidak dijaga petugas polisi.
Tindakan pengendara yang membahayakan pengendara lainnya itu, mengundang tanya pengendara lainnya yang patuh terhadap rambu lalu lintas. Sebab selama mereka menerobos, hampir tidak pernah mendapat tindakan, sehingga mengundang pengendara lain ikut menerobos.
Warga Jl Veteran, Pamekasan, Lilik Rahman mengatakan di TL di pertigaan di Jl Trunojoyo-Jl Teja. Ia beberapa kali melihat pengendara sepeda motor langsung menerobos tanpa mempedulikan arus kendaraan dari arah berlawanan.
“Saya beberapa kali hampir ditabrak pengendara sepeda motor yang ngebut menerobos lampu merah di pertigaan lampu merah di Jl Trunojoyo-Jl Teja. Mereka melakukan itu, karena selama ini mereka tidak ditindak,” kata Lilik.
Terpisah, saat dimintai konfirmasinya Kasatlantas Polres Pamekasan, AKP Moh Hudi Arif mengatakan pelanggaran lalulintas dengan menerobos TL banyak dilakukan di saat petugas tidak ada di lokasi sekitar TL. Padahal, adanya TL itu untuk keselamatan pengendara sendiri.
Diakui, sejumlah petugas sudah ditempatkan di area TL. Namun tidak mungkin seharian penuh petugas berjaga, dari pagi hingga malam, karena mereka menjalani tugas di tempat lain. Untuk itu, pihkanya berharap adanya kesadaran berlalu lintas dari masyarakat, akan pentingnya keselamatan dalam berkendara.
“Jika pengendara ketahuan melanggar, pasti kami tindak. Untuk menimalisir pelaku penerobos lampu merah, kami akan siagakan petugas. Perlu diingat, jika kecelakaan yang terjadi kebanyakan diawali dengan sebuah pelanggaran dan kelalaian,” kata Hudi Arif.
(ALI SYAHRONI/RAH)