SAMPANG – Koalisi Rakyat Sampang (KRS) yang terdiri dari Fraksi PKB, Hanura, Gotong Royong dan Madani akan terus melawan langkah Panitia Khusus (Pansus) Tata Kelola BUMD Migas yang dipimpin oleh Moh. Nasir. Bahkan mereka mulai menyususn strategi dan gerakan baru dalam memendung gerakannya. Sebab dalam hemat mereka, awal pembentukan Pansus tersebut dinilai sarat kepentingan kelompok tertentu, tidak murni atas kepentingan publik
Salah satu politisi kubu KRS Maniri mengatakan, sangat mendukung langkah Pansus pimpinan Moh. Nasir untuk membongkar Tata Kelola BUMD dan Migas yang ada di Kabupeten Sampang, dengan catatan tidak ada kepentingan kelompok yang terjadi di dalamnya.
Namun, berdasrkan hasil temuannya, pembentukan Pansus itu sudah diketahui tidak bersih karena banyak kejanggalan. “Ya kalau penilain KRS, sejak terjadinya demo besar-besaran mendatangi kantor DPRD dan Pemkab, hingga proses pembentukan pansus, ada sesuatu yang janggal,” kata Maniri pada Koran Madura, Selasa (8/4).
Salah satu contoh, kata Maniri, yang tidak diterima KRS adalah statemen dari oknum yang menyatakan bahwa biarlah masyarakat pantura yang mengelola penuh Migas sendiri biar tidak cawe-cawe ke selatan. Dari perkataan itu, lanjut Maniri, KRS dapat membaca maksud dan arah pansus itu kemana. “Wallahuallam, bisa jadi pembentukan Pansus itu ada kepentingan kelompok politik di dalamnya,” katanya.
Menurutnya, KRS tidak terima jika ada kepentingan kelompok di bawa ke gedung parlemen. Bahkan, KRS secara tegas akan menghentikan Pansus itu dengan gerakan gerakan yang akan dilakukan bersama anggota KRS lainya demi kemaslahatan rakyat. “Jelas, kami tidak masuk dari barisan meraka, karena banyak indikasi yang mengarah pada kepentingan kelompok, bukan masyarakat,” jelasnya.
Apalagi kata Maniri, Pansus yang dipimpin Nasir itu tidak mendapat SK penetapan dari pimpinan. “Kami tetap akan melakukan gerakan untuk menjegal meraka (Panus) itu, karena mereka telah keluar dari koridor konstitusi,” tandasnya.
Untuk melancarkan aksi gerakan KRS, lanjut Maniri, menunggu perkembangan informasi dari Pansus. “Jelas, kami kompak untuk menjegal gerakan pansus itu,” tutupnya.
(RIDWAN/LUM/SYM)