SAMPANG – Kepala Bidang Kurikulum Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Arif Budiansor mengatakan, naskah soal Ujian Nasional (UN) akan dikawal ketat oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur dan Polisi Resort (Polres) setempat. Pengawalan itu tidak hanya saat distribusi, tempat penyimpanan naskah pun akan ditempatkan di gudang aparat, yang diyakini sebagai tempat yang aman dan netral untuk menaruh soal tersebut.
“Kami sudah koordinasi dengan Polda Jatim dan Polres untuk menjaga dokumen negara itu,” kata Arif Budiansor pada Koran Madura, Minggu (5/4).
Menurutnya, tahap pertama pendistribusian soal UN tersebut diproses di Polda Jawa Timur untuk dirampungkan dulu, kemudian, langsung dibawa ke Polres Sampang dengan kawalan yang ketat dari petugas kepolisian. Agar dokumen negara itu aman dan steril dari mara bahaya. “Sebenarnya tidak ada petunjuk untuk dikawal kepolisian dalam Prosedur Standart UN. Namun untuk menjaga dokumen itu biar aman disepakati harus dikawal kepolisian,” jelasnya.
Akan tetapi, kata Arif sapaan akrab-nya, dalam pelaksanaan UN tahun ini di sekolah yang melaksanakan tidak ada petugas kepolisian yang berkeliaran se-perti tahun sebelumnya. Sebab, kepolisan hanya bertugas mengamankan soal UN dan tidak di perbolehkan masuk ke lingkungan sekolah. Namun sayangnya Arif tidak menyebutkan kapan pendistribusian ke beberapa daerah itu akan dilaksanakan. Ia berdalih hanya orang orang tertentu yang tahu itu.
Sementara untuk pengambilan soal, lanjut Arif, disepakati akan ditempatkan di Mapolsek masing-masing agar panitia pelaksana tidak terlalu jauh mengambilnya. “Nanti soal itu akan diantarkan ke Polsek oleh petugas, dan panitia UN mengambil di Mapolsek masing-masing,” imbuhnya.
Dikatakan, pelaksanaan UN untuk SMA digelar selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 13-15 April mendatang. Sementara untuk SMP berlangsung selama empat hari terhitung pada tanggal 4-7 Mei mendatang. Sementara untuk tingkat dasar (SD) masih belum diketahui. “Untuk SMA tinggal dua minggu lagi, sementara SMP masih bulan depan,” terangnya.
Selain itu, lanjut Arif, Disdik menye-diakan soal paper tes atau soal manual untuk sekolah (SMK 2) yang melaksanakan UN Online. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kendala saat pelaksa-naan berlangsung. “Bagi sekolah yang melaksanakan UN Online, Disdik juga menyediakan soal paper tes jika nanti ada kendala listrik atau servernya macet,” pungkasnya.
(RIDWAN/LUM)