PROBOLINGGO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo memperkirakan musim penghujan tahun ini tidak sepanjang tahun 2014 kemarin. Untuk tahun ini, diperkirakan akan berakhir pada awal April.
Kepala BPBD Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi, mengatakan perkiraan puncak hujan ini akan berakhir pada bulan Maret. Hal tersebut sesuai dengan surat edaran Badan Meteorologi Kimatologi dan Geofisika (BMKG).
”Jadi hujan untuk bulan April sudah tidak akan terjadi lagi,” katanya kepada wartawan, Selasa (31/3).
Menurutnya, tahun ini hujan kalau dilihat tidak sepanjang tahun lalu. Hujan mulai turun sejak awal Desember lalu. Sedangkan tahun kemarin, puncak hujan terjadi pada bulan Juli- Agustus.
“Apalagi pada bulan Maret tahun lalu, hujan masih kerap kali turun setiap harinya,” jelas Dwijoko Nurjayadi.
Dengan perkiraan puncak hujan tersebut, kata Dwijoko Nurjayadi, pihaknya mengharapkan kepada warga masyarakat agar tetap siaga. Karena perkiraan cuaca tidak berlaku surut, dan bisa jadi ada perubahan lagi.“Karena untuk musim setiap tahunnya tidak sama perkem bangannya,” ujarnya.
Meski situasi hujan sudah akan berakhir, pihaknya masih tetap tanggap akan terjadinya bencana yang akan datang. Kedatangan bencana tak bisa diukur dengan nalar manusia. “Semoga bencana tidak lagi melanda, seiring dengan berkurangnya volume hujan,”tandas Dwijoko Nurjayadi.
Dwijoko Nurjayadi menambahkan, untuk bencana yang terjadi sepenjang tahun ini tidak separah dengan tahun-tahun sebelumnya, termasuk adanya bencana bajir. Semua dam dan aliran sungai yang ada sudah dilakukan normalisasi oleh pihak pemkab.“Saya berharap angka terjadinya bencana tidak sebesar tahun lalu,”pintanya.
(MAHFUD HIDAYATULLAH)