
SAMPANG- Akibat termakan usia, gedung sekolah dasar negeri (SDN) Pangongseyan 3, Dusun Gurbag, Desa Pangopngsean, Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang secara tiba-tiba pada ambruk, Senin (6/4) kemarin, sekitar pukul 16:15 WIB. Akbiatnya, ratusan siswa pun terpaksa mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di musala milik ketua komite SDN Pangongseyan 3.
Diketahui, usia gedung SDN Pangongseyan 3 sudah mencapai 20 tahun dan tidak pernah mendapatkan bantuan rehab dari Dinas Pendidikan (Disdik) setempat. Sehingga bangunan yang sudah lama tidak di rehab itu ambruk seketika. Sebab, pada saat kejadian itu tidak ada angin atau hujan. “Bagian atapnya yang ambruk mas, yang sangat parah ruangan kelas II dan III. Sementara ruangan lainya masih utuh,” kata Junaidi, guru olahraga usai membimbing anak didiknya.
Dikatakan Junaidi, sejak bulan November 2014 lalu, siswa kelas II dan III memang sudah melaksanakan KBM di rumah ketua komite. Sebab, gedung sekolah dikhawatirkan akan roboh seketika mengingat kondisi gedung bagian atapnya sudah mulai retak. Oleh karena itu, kepala sekolah mengeluarkan kebijakan pelaksanaan KBM ditempatkan di rumah Ketua Komite. “Untuk kelas II dan III sudah enam bulan lalu belajar di musala milik Ketua Komite, sementara kelas IV, V dan VI sejak Januari 2015,” paparnya.
Hal senada disampaikan oleh Muzayyin, guru Pendidikan Agama Islam (PAI), sejak gedung SD itu dibanungun pada tahun 1997 sampai saat ini belum mendapatkan bantuan rehab dari dinas terkait. Padahal, pada tahun 2014 lalu sempat di koordinasikan dengan pihak UPTD dan Disdik. Namun, sampai ini tidak ada respon positif yang diterima pihak sekolah. “Informasi sementara yang saya dengar, tahun ini Disdik berjanji akan merehab,” ucapnya.
Lebih detail Muzayyin memaparkan, selama melaksanakan KBM di rumah dan musala Ketua Komite H Umar, proses belajar mengajar tidak pernah efektif. Sebab, musala yang di tempati kelas IV,V dan VI ruangannya terlalu sempit. Bahkan, kadang kelas I, II dan III dipulangkan lebih dulu. “Kadang proses KMB gantian, bahkan gabungan antara kelas I-III dengan kelas IV-VI. Pada pukul 7:30 sampai 09:00 WiIB untuk kelas I dan III, baru dilanjutkan untuk kelas IV dan VI hingga selesai,” jelasnya.
Muzayyin mengharapkan agar Disdik segera melakukan rehab gedung sekolah agar siswa kembali bisa beraktivitas seperti biasanya. Apalagi, anak didiknya sebentar lagi akan melaksanakan ujian nasional. “Sementara ini, kami tidak bisa berbuat apa apa. Kecuali ada petunjuk dari Disdik,” imbuhnya.
Sementara Kepala Disdik Sampang Heri Purnomo belum bisa di konfirmasi. Sebab saat dikunjungi ke kantornya, Heri tidak ada, bahkan saat dikonfirmasi melalui via telepon nada deringnya tidak aktif.
(RIDWAN/LUM/SYM)