SAMPANG- Kinerja Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Sampang dalam menata kebersihan di lingkungan kota masih jauh dari harapan. Hal itu terbukti, kondisi lingkungan dan trotoar di kota Bahari terlihat kusam dan tidak karuan. Padahal, tidak lama lagi, Sampang akan kedatangan Kementerian Lingkungan Hidup dan BLH Provinsi Jawa Timur untuk melakukan penilaian kebersihan.
Hasil pantauan Ketua DPRD Sampang Imam Ubaidillah, sedikit ada harapan untuk mempertahankan Piala Adipura pada tahun ini. Sebab, penataan dan kebersihan kota masih belum sepenuhnya dilakukan oleh dinas terkait. Bahkan, kondisi trotoar di lingkungan kota saat ini tak karuan. “Saya sendiri kurang yakin BLH kembali pertahankan piala Adipura tahun ini. mengingatkebersihan kota masih tidak jelas,” kritik Imam.
Selain trotoar yang rusak, kata Imam banyak fasilitas kota saat ini sudah rusak dan tak kunjung diperbaiki oleh dinas terkait, termasuk pot bunga yang sudah kering. Padahal, yang menjadi pokok penilaian nanti adalah penataan kebersihan lingkungan kota dan pembangunan. “Mudah mudahan saja Sampang bisa mempertahankan, yang saya khawatirkan sampang kembali dapat adipura dengan kondisi kebersihan amburadul. Kalau seperti ini kan perlu dipertanyakan,” katanya.
Imam mengharapkan, kapada BLH agar bekerja keras untuk mempertahankan Adipura agar masyarakat benar-benar bangga adanya prestasi Adipura yang didapatkan. Dengan catatan prestasi yang di raih sesuai dengan kondisi lingkungan. “Yang saya inginkan mendapatkan adipura sesuai dengan kondisi kebersihan yang dikelola, artinya penilaian yang objektiflah,” harapnya.
Sementara itu, Kepala BLH Sampang Sehrowardi mengatakan, dengan persiapan yang dilukakan untuk menyambut tamu tim penilian piala adipura tahun ini, BLH optimis kembali mempertahankan piala musiman itu. Mengingat persiapan yang dilakukan sudah mulai matang. “Kita saat ini sudah mulai meningkatkan kebersihan lingkungan dan memperbaiki fasilitas yang rusak. Dalam persiapan ini, semua pasukan kuning di gerakkan agar semua pekerjaan cepat kelar,” paparnya.
Dikatakan, ada titik pantau dalam penilaian adipura yang akan adatang dalam waktu dekat ini, salah satu titik pantau itu adalah perkantoran, RSUD, perumahan, pemukiman, pasar dan kebersihan lingkungan kota. “Kami sudah siap menyambut tim penilaian adipura yang terdiri dari menteri BLH dan dinas Blh Provensi Jawa Timur. Namun kami masih belum tahu kapan tim penilaian datang. Sebab, sampai saat ini masih belum diberi tahu. Tapi yang jelas, informasi yang di dapatkan awal April ini,” jelasnya.
(RIDWAN/LUM/SYM)