
PROBOLINGGO, koranmadura.com – Sejak beberapa tahun terkahir PT Kertas Leces (PTKL) terus mengalami kemunduran. Akibat pabrik plat merah tersebut tidak bisa beroperasi lagi, ribuan masyarakat di wilayah Kecamatan Leces kehilangan pekerjaan karena status mereka sebagai karyawan di pabrik diberhentikan.
“Saat ini PTKL tidak beroperasi. Secara otomtis warga yang bekerja sudah tidak bisa bekerja karena mereka diberhentikan,” terang Camat Leces Kabupaten Probolinggo, Heri Mulyadi, kepada wartawan, Minggu (6/9).
Ia mengatakan, warga yang ada di daerahanya mayoritas banyak yang bekerja sebagai karyawan PTKL. Pabrik tersebut banyak menyerap tenaga kerja yang berasal dari wilayah Leces. Namun kenyataannya ribuan karyawan harus mencari aktifitas pekerjaan baru.
“Kondisi PTKL sudah tidak bisa beroperasi dan tidak bisa membayara gaji mereka selama bekerja beberapa tahun. Mereka berhenti dan mencari pekerjaan baru untuk menghidupi keluarganya,”tandas Heri Mulyadi.
Dari beberapa karyawan yang bekerja, kata Heri Mulyadi, mereka banyak yang beralih menjadi buruh dan pedagang.”Kalau hal itu tidak dilakukan, maka akan banyak pengangguran di wilayahnya,”ucapnya.
Sudarmono (45), salah satu karyawan PTKL asal Desa Clarak, Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo , mengatakan, saat ini pabrik yang mengelola kertas sudah tidak beroperasi lagi. Sehingga banyak karyawan yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
“Saya mulai menata bisnis baru untuk bisa memberikan nafkah keluarga. Karena PTKL sudah tidak bisa diharapkan lagi,” katanya.
Menurutnya, karyawan yang terkena PHK jumlahnya kurang lebih 1.700 orang dari semua tingkatan. Dari jumlah tersebut profesi yang dijalani teman-teman karyawan lainnya sudah bervariasi.”Banyak yang beralih profesi sebagai pedagang, petani dan buruh,”papar Sudarmono.
(MAHFUD HIDAYATULLAH)