
SUMENEP, koranmadura.com– Achmad Fauzi, calon wakil bupati nomor urut 1 menginginkan ada tempat khusus bagi produksi batu akik. Pasalnya, banyak pengrajin mengeluh karena di Kota Sumekar belum ada tempat yang khusus untuk para pengrajin. Selama ini, mereka harus buka lapak di trotoar-trotoar. Bahkan disembarang tempat. Maka dari itu, jika pengusaha muda itu terpilih pada 9 Desember mendatang, ia akan memperjuangkan adanya sentra produksi bagi pengrajin akik.
Hal demikian disampaikan olehnya pada pembukaan Pemeran Batu Akik dengan tajuk “Lanjutkan Gemilang Batu Akik dan Permata”, Selasa Malam (27/10) di GNI. Menurut Fauzi, keinginannya itu datang saat beberapa pengrajin mengaku kesulitan menjual atau melelang akiknya kepada para pembeli. “Maka dari itu, nanti saya ingin ada tempat atau sentra bagi para perajin batu akik berikut galerinya,” katanya sembari disambut tepuk tangan oleh para pengrajin.
Sebab, lanjut Fauzi, ketiadaan tempat atau sentra produksi batu akik bisa menjadi salah satu faktor melempemnya tren batu akik. “Biar tidak melempem dan membantu usaha para pengrajin maka sangat diperlukan ada tempat khusus. Doakan saya semoga terpilih,” ungkapnya.
Selain itu, adanya sentra juga akan memudahkan kolektor atau penggemar saat mencari dan membeli batu akik. “Mungkin, sekarang sebagian pengrajin sudah dapat bantuan. Nah, tinggal penyediaan tempat atau sentra produksi saja dibutuhkan. Kalau punya sentra produksi berikut galerinya, para perajin bisa leluasa bekerja dan berkarya,” jelasnya. (SYM)