
SUMENEP, koranmadura.com– Achmad Fauzi, Calon Wakil Bupati (Cawabup) yang bergandeng dengan petahana A. Busyro Karim kembali melakukan blusukan ke pasar tradisional di Kota Sumekar. Kali ini, ia bersama isteri dan tim relawan datang ke Pasar Lenteng, Minggu (18/10).
Kehadiran pengusaha muda tersebut kabupaten seperti biasanya, selalu menyita perhatian warga. Bahkan sesekali, aneka ragam ekspresi dari pedagang ditunjukkan ketika melihat mantan jurnalis itu. Termasuk panggilan-panggilan merayu dari para penjual diperankan oleh mereka. Dan Fauzi pun meresponnya dengan gaya khasnya. Sebagai sosok yang dikenal simpel dan supel, Fauzi langsung melempar senyum, menghmpiri, dan menyalami satu persatu.
Pasar Lenteng pagi itu tak ubahanya temu penggemar, antara fans dengan artis kesayangannya. Beberapa pengunjung meminta foto bareng sebagai kenang-kenangan. Panataun di lokasi, Fauzi beserta istrinya tiba di Pasar Lenteng sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di pasar ini, ia langsung masuk ke dalam pasar dan menyusuri stand demi stand.
Salah satu warga yang kebetulan sedang berbelanja, Subaidi mengungkapkan bahwa kini Fauzi telah menjadi perbincangan di banyak tempat. Karena selain merakyat, Fauzi juga tak kelihatan formal ketika turun ke bawah. “Sehingga bagi kami, calon pemimpin yang merakyat adalah bagian dari jiwa dan nafas kami. Maka, tak ayal jika Pak Fauzi semakin dekat di hati kami,” uncapnya.

Sementara itu, Achmad Fauzi menuturkan bahwa dirinya senang dengan sambutan hangat warga dan pedagang. “Alhamdulillah, sebagian besar pedagang dan pengunjung sudah mengenal saya. Sehingga saya semakin nyaman berjalan dan menyalami mereka satu persatu,” katanya.
Menurut Fauzi, salah satu tujuan dari blusukannya ke pasar tradisional untuk mengenal lebih dekat masyarakat Sumenep, serta menjaring aspirasi, baik dari para pedangan maupun pengunjung pasar. Lebih dari itu, juga untuk menjaring para pemilih pada Pilkada yang akan digelar 9 Desember nanti. Menurutnya, cara demikian dinilai lebih efektif untuk menjaring pemilih secara maksimal.
“Sekaligus saya ingin mengetahui perkembangan aktifitas pasar tradisional di Sumenep, khususnya di Lenteng. Sehingga kalau ditakdirkan terpilih sebagai menjadi wakil Bupati saya sudah punya bekal untuk membuat kebijakan,” paparnya.
Selebihnya, Fauzi menuturkan bahwa pasar tradisional adalah jantung perekonomian rakyat. Maka tak boleh lemah. “Agar jantung itu tetap berdenyut kencang. Sehingga perekonomian masyarakat tidak lumpuh,” tandasnya. (SYM)