SUMENEP-Persoalan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat saat ini sangat beragam. Ini terbukti saat MH. Said Abdullah, Anggota DPR RI melakukan silaturrahim bersama A. Busyro Karim dan Ahmad Fauzi di Desa Beringin. Warga setempat mengadukan hal-hal yang bahkan di luar bidang pemerintahan dan bidang kerja DPR.
Salah satunya soal sulitnya mendapatkan Surat Ijin Mengemudi (SIM). “Begini pak, saya ini sudah berkali-kali datang ke Polres Sumenep, namun sampai saat ini saya tidak punya SIM. Katanya, disuruh buat, tapi kami mau buat justru dipersulit. Harus bisa baca lah, bisa ini lah, bisa itu lah..” keluh Madani, warga Desa Beringin Senin (26/10/15)
“Saya paham,” lanjutnya, “Pemerintah mewajibkan para pemohon SIM bisa baca adalah untuk mencerdaskan bangsa. Tapi apa iya pak, kami yang bodoh ini kemudian tidak boleh naik motor hanya karena bodoh? Padahal kami sangat bisa kalau cuma mengemudikan motor.”
Mendengar keluhan polos ini, Said dan juga warga yang hadir dalam acara silaturrahim tersebut riuh tertawa. “Ini tentu bukan bidang kerja saya.Namun sekalipun saya bukan polisi, saya merasa terpanggil untuk menjelaskannya,” Ujar Said.
Menurut Said, pembuatan SIM bukan dipersulit. Namun, petugas sengaja ingin betul-betul memastikan siapa pun yang mendapatkan SIM benar-benar piawai mengemudi dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas.
“Pengemudi tidak hanya bertanggung jawab terhadap keselamatan dirinya sendiri, tapi juga pada keselamatan pengguna jalan yang lain. Harga nyawa manusia tentu tak ternilai. Makanya, tidak setiap orang boleh mengemudi di jalan raya,” ujarnya.
“Ini bukan soal uang seperti orang beli rokok,” lanjutnya, “tidak hanya karena punya uang terus bisa dapat SIM. Kalau tidak bisa baca rambu-rambu, tidak benar-benar piawai mengemudi trus nabrak, kan kasian sama korbannya.”
Said meminta warga bisa memaklumi hal ini. Sebab menurutnya, itu semua demi keselamatan bersama.
Tower
Selain soal SIM, keluhan warga yang tak kalah polosnya adalah soal signal handphone yang minim. “Pak tolong bangunkan tower hp di desa kami, sebab sinyal hp di desa ini sulit sekali,” ujar salah satu warga yang kemudian disambut tawa warga lainnya.
Said pun tak bisa menahan geli mendengar permintaan ini. Ia terbahak sembari memejamkan matanya. “Pak, tower itu bukan menjadi urusan pemerintah apalagi DPR macam saya. Kalo saya bangun tower yang untung perusahaannya. Jadi sabar saja, mereka pasti ingin mengembangkan usahanya dan suatu hari nanti mereka akan bangun tower di sini sekalipun tanpa.campur tangan saya,” jawab Said lugas.
Selasa (26/10) Said Abdullah menggelar silaturrahim di tiga desa di Kecamatan Dasuk. Yakni Desa Nyapar, Desa Beringin, dan Terkhir Desa Mantajun.
Di tiga desa tersebut warga yang hadir begitu antusias. Mereka menyambut Said Abdullah, A. Busyro Karim, Ahmad Fauzi dan rombongan dengan terikan “Lanjutkan… Lanjutkan.. Lanjutkan…”
Begitu pula saat acara usai dan rombongan beranjak meninggalkan tempat acara. (beth)