
SUMENEP, koranmadura.com– Achmad Fauzi, Calon Waki Bupati nomor urut 1 mendapat hadiah dari ribuan muslimat, Selasa (27/10) malam pada Pengajian Umum dan Haul Buju’ Darma, Desa Banaressep Temor, Lenteng. Kehadirannya ke pengajian itu tak disangka mendapat sebungkus doa kemenangan dari sang muballighah dan ribuan muslimat.
Pada kesempatan itu, disela-sela ceramahnya, sang muballighah, Nyai Hj. Mufarrohah menyapa seluruh kiai, ulama, dan Kades. Termasuk juga menyapa Achmad Fauzi dan isteri tercinta, Nia Kurnia. Pada ceramahnya itu, selain menyampaikan soal kekuatan dan mencari keberkahan dari para ulama yang telah berpulang lebih dulu, ia juga menyentil soal kepemipiminan. Nyai yang akrab dengan sebutan nyai Farah itu menekankan bahwa yang penting dalam proses reformasi kepemimpinan itu adalah kejujuran, taat hukum, dan jangan membangun kekuasaan dengan cara fitnah atau kecurangan. Katanya, kita yakini proses demokrasi akan menyejahterakan rakyat dan menjalankan visi nabi.
“Tuhan akan memberikan kekuasaan kepada orang baik. Maka kita doakan semoga Achmad Fauzi adalah orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi pemimpin yang baik. Kita doakan juga, semoga jika Pak Fauzi menang, beliau amanah dan memikirkan nasib rakyat,” ucap Nyai Hj. Mufarroha sembari disambut amin oleh kelompok pengajian muslimatan.
Pesan muballighah dari kota Bahari Sampang itu, Pilkada itu ibarat kompetisi. “Pasti ada yang menang, pasti ada yang kalah. Siapapun yang menang, itu sudah skenario Tuhan. Yang menang jangan takabbur, yang kalah harus lapang dada. Sebab kita tidak bisa melawan kehendak Allah, manusia hanya bisa berusaha,” pesannya.
Pantauan di lokasi, Nyai Hj. Mufarroha mengajak para umat muslimatan untuk berdoa dan bershalawat. Agar pikiran dan hati selalu ingat kepada Allah dan rasulullah. Bahkan Nyai Hj. Mufarrohah juga mengajak isteri Achmad Fauzi berdiri sembari bershalawat bersama sembari diiringi oleh ribuan muslimat dari berbagai desa tersebut.
Nia Kurnia, isteri tercinta Achmad Fauzi merasa mendapat pengalaman berbeda. Katanya, ada sesuatu yang berbeda ketika berkumpul dengan muslimatan. Apalagi ketika diajak dan dirangkul Nyai Hj. Mufarrohah. “Alhamdullillah, dapat banyak pencerahan dari pengajian malam ini. Semoga barokah, dan doa yang dikumandangkan untuk suami saya dikabulkan oleh Allah. Terimasih nyai Farah atas pencerahannya,” ucapnya.

Achmad Fauzi pun mengaku sangat tersanjung dengan penyampaian ceramah keagamaan oleh Nyai Hj. Mufarrohah. Ia mengaku dapat asupan energi spiritual darinya. “Termasuk soal menjadi pemimpin yang baik. Tentu, ini menjadi warning bagi saya, termasuk para pemimpin di negeri ini bahwa kekuasaan itu bukanlah tujuan, tetapi sebagai jatah poin dari perjalanan menjadi manusia yang diharapkan oleh Allah dan Rasulullah,” katanya.
Fauzi pun mengucapkan terimakasih kepada Nyai Mufarrohah dan para muslimat yang telah mendoakan dirinya. “Sebab betapa kekuatan doa sangat luar biasa. Maka doa perlu untuk meminta berkah dan ridho Tuhan. Tentu, malam ini, sebungkus doa dari nyai dan para muslimat menjadi asupan energi bagi menyongsong Pilkada 9 Desember mendatang,” ungkapnya. (SYM)