
SUMENEP, koranmadura.com– Dukungan kepada pasangan calon nomor urut 1, A. Busro Karim dan Achmad Fauzi terus mengalir. Kini dukungan itu datang dari para tokoh di Kepulauan Gili Iyang. Mereka mengaku siap mengantarkan Busyro-Fauzi menuju penodopo.
Dukungan itu mereka nyatakan pada Minggu (11/10) kemarin usai ketemu langsung dengan Achmad Fauzi. Menurut mereka, kedatangan Fauzi ke pulaunya itu dinilai telah memiliki komitmen untuk memperbaiki taraf kehidupan di Gili Iyang.
“Awalnya kami ragu, tetapi saat ketemu dengan Pak Fauzi, ternyata kami yakin pak Fauzi mampu mengangkat taraf hidup kami ke depan. Apalagi saat tahu visi misinya, kami samkin yakin untuk berjuang bersamanya,” katanya, Ahmad Rosyada.
Salah satu yang menyentuh hati masyarakat adalah visi untuk meningkatkan pembangunan, terutama di kepulauan. “Termasuk juga ada visi meningkatkan pelayanan kesehatan, bahkan Fauzi akan berupaya untuk membuat pusat kesehatan,” jelasnya
Selain itu, Fauzi bersama kiai Busyro juga punya visi ekonomi kerakyatan. “Ada gerakan wirausaha, kebetulan di Gili Iyang itu punya kerajinan tangan seperti gelang, kalung dan sovenir lainnya. Sehingga jika benar-benar terpilih, Fauzi bisa memperjuangkan apa yang menjadi harapan masyarakat,” ungkapnya.
Tapi yang paling penting dari pertemuan ini adalah memperat tali silaturrahim. “Sebab kami tidak mau apa-apa, yang penting Fauzi ingat pada masyarakat Gili Iyang. Itu aja yang kami minta, Fauzi ingat ketika terpilih,” harapnya.
Achmad Fauzi mengaku sangat senang sambutan hangat dari para tokoh. Bahkan ia merasa punya energi dan semakin optimis menyongsong Pilkada Desember mendatang. “Dukungan ini membuat saya bersama kiai Busyro semakin optimis optimis menang. Mari, kita berjuang bersama untuk Sumenep yang lebih baik,” jelasnya.
Apa yang menjadi harapan masyarakat, kata Fauzi dirinya akan berupaya untuk menjadi mata hati bagi rakyat. Bahkan nanti ada rumah aspirasi bagi rakyat jika hendak ketemu dengan dirinya. “Insya Allah, jika saya terpilih, kami akan kembali lagi dan bertemu di tempat ini. Saya pasti ingat, sebab sebelum saya mencalonkan diri, saya sudah pernah mengalami jalan terjal seperti yang juga dialami oleh masyarakat. Sebab sejak kecil sudah diajari untuk berbagi,” tegasnya. (SYM)