
SUMENEP, koranmadura.com– Munculnya Achmad Fauzi dalam jagad perpolitikan Sumenep memang mengundang perhatian banyak kalangan, tidak hanya dari pemuda, tetapi juga dari sejumlah tokoh, akademisi hingga praktisi. Mafhum, jika ada banyak harapan dari mereka. Seperti yang diungkapkan oleh warga pulau Gili Iyang kepadanya, Minggu (11/10) saat serap aspirasi bersama Achmad Fauzi. Mereka sangat berharap agar pengusaha muda itu memperjuangkan kelistrikan di pulaunya. Agar mereka tahu bagaimana menikmati terang benderang di waktu malam.
“Saat ada rencana kabel bawah laut, kami bahagia. Namun, kebahagiaan itu sirna ketika rencana itu katanya gagal. Mendengar komitmen Pak Fauzi, kami sangat yakin, Pak Fauzi dapat membuat kami semua bahagia, tidak seperti wakil Bupati sebelumnya yang suka mengumbar janji,” ucap Kamil, salah satu warga setempat.
Ia mengaku selama ini, warga pulau Gili Iyang sedikit menderita. “Sebab kalau malam kami menderita. Memang ada, Diesel. Tapi tidak maksimal. Giliran kalau hidup, bahkan kadang mati,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa dari caranya berbicara, Achmad Fauzi dinilainya tak suka mengumbar janji, konsep dan gagasannya luar biasa. Bahkan visi misi kerayaktannya membuat kami tersentuh. “Makanya kami yakni Pak Fauzi adalah Cawabup yang layak kami pilih,” jelasnya
Selain kelistrikan, warga juga berharap Fauzi juga dapat memperjuangkan tangkis laut dan kesejahteraan nelayan. “Itu yang kami harapkan. Soal dukungan kami berkumpul saja sudah pertanda bahwa kami satu hati bersama Busyro-Fauzi,” ucapnya.

Menanggapi hal tersebut, Achmad Fauzi akan berupaya “Insya Allah, ke depan kami akan berupaya ada kabel bawah laut untuk membuat Gili Iyang terang benderang. “Rencana kabel bawah laut sudah ada, namun pada saat itu gagal. Entah, apa kendalanya. Maka dari itu, saya harus investigasi dulu tentang rencana yang gagal itu,” jelasnya.
Ia pun menyatakan bahwa dalam waktu dekat dirinya akan akan ke Jakarta, menemui Dirut PLN, apa kendala listrik kabel bawah laut yang direncanakan tersebut.
“Jadi, saya tak mau mengumbar janji. Tapi secara pribadi, saya inginkan Gili Iyang Terang Benderang. Insya Allah memungkinkan hidup. Tapi saya tidak berjanji seperti yang Soengkono Sidik janjikan. Karena yang berjanji kepada rakyat bukan Kiai Busyro, tetapi Pak Soengkono, jadi saya tak mau mengumbar janji. Tapi yang jelas, saya akan ke Jakarta untuk menemui Dirut PLN. Karena kebetulan saya punya komunikasi baik dengan beliau,” jelasnya (SYM)