SUMENEP, koranmadura.com– Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kalianget, Sumenep, memprediksi musim kemarau normal hanya akan berlangsung selama 3 bulan. Sebab pertengahan November diprediksi sudah masuk musim hujan.
Musim kemarau 2016 baru normal sejak pertengahan Agustus lalu. Sebelum itu, meski dikatakan kemarau, namun hujan sesekali tetap mengguyur. Keadaan itu dikenal dengan kemarau basah.
Observer BMKG Kalianget, Agus Arif Rakhman, menjelaskan kemarau basah terjadi akibat turunnya suhu permukaan air laut di Samudera Pasifik. Sehingga menyebabkan intensitas curah hujan di kawasan Indonesia lebih tinggi dari tahun-tahun biasanya.
Hal seperti ini biasanya terjadi tiap 4 tahun sekali. Petani, menurut dia, penting mengetahui siklus terjadinya kemarau basah. Sehingga bisa mempersiapkan diri menghadapi musim kemarau yang tidak normal seperti beberapa waktu lalu.
Akibat terjadinya fenomena kemarau basah tersebut. Musim kemarau yang normal tahun ini diperkirakan hanya akan berlangsung selama 3 bulan, terhitung sejak pertengahan Agustus lalu sampai pertengahan November mendatang.
“Kalau prediksi BMKG, pada 10 hari kedua November atau antara tanggal 11 hingga 20 sudah masuk musim penghujan. Dan musim kemarau normal hanya berlangsung sekitar 3 bulan saja,” jelasnya, Sabtu (10 September 2016).
Selebihnya, dia menjelaskan bahwa kondisi semacam ini tidak berpengaruh pada kecepatan angin, khususnya di perairan. “Kecepatan angin di perairan tetap, sama seperti musim-musim biasanya,” ujarnya. (FATHOL ALI/RAH)
