SUMENEP, koranmadura.com – Sejumlah warga bersama tiga orang Kepala Desa di Kepulauan Giliraja, Kecamatan Giligenting, mendatangi Kantor Komisi II DPRD Sumenep, Rabu (14 September 2016). Mereka meminta agar komisi lebih serius lagi mengawal anggaran kelistrikan pada saat pembahasan RAPBD 2017.
Dalam pertemuan tersebut, hanya satu kepala desa di Giliraja yang tak ikut audiensi bersama Komisi II, yaitu Kepala Desa Lombang karena sedang menghadiri kifayah.
Kepala Desa Jate, Kepulauan Giliraja, Abd. Rahem, menjelaskan maksud pihaknya melakukan audiensi kepada Komisi II hanya ingin minta wakil rakyat lebih serius lagi mengawal anggaran kelistrikan dalam RAPBD 2017.
“Sebenarnya bukan tidak serius. Tapi kami minta Komisi II, sebagai wakil rakyat lebih serius lagi mengawal kepentingan masyarakat, dalam hal ini di Giliraja yang memang sangat membutuhkan aliran listrik,” ungkapnya.
Mengenai nominalnya yang tidak sesuai dengan yang pernah dijanjikan Pemkab beberapa bulan lalu, yakni Rp 10 miliar menjadi Rp 5,8 miliar, Rahem mengaku tidak mengetahui secara detil prosesnya. Namun dia mengaku sangat kecewa anggaran kelistrikan di 2017 tak sesuai dengan yang pernah dijanjikan.
Tapi saat bertemu anggota dewa itulah, ia mengaku mengetahui alas an pemangkasan anggaran tersebut. Ternyata anggaran kelistrikan untuk tahun 2017 tidak sampai Rp 10 miliar karena disesuaikan dengan kekuatan anggaran Pemkab.
Mengenai kondisi terakhir program kelistrikan di Giliraja, dia menuturkan bahwa di sana memang sudah dipasang tiang. Meskipun beberapa di antaranya sudah ada yang roboh.
Makanya kami minta Komisi II agar lebih serius. Supaya tidak semakin banyak tiang yang roboh karena dibiarkan terlalu lama,” pungkasnya menegaskan. (FATHOL ALIF/RAH)
