SUMENEP, koranmadura.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, meragukan informasi yang telah disampaikan oleh media massa. Sehingga, meskipun ada berita bencana alam, BPBD tidak akan merespos informasi tersebut.
”Kalau cuma berita-berita itu, saya tidak bisa menanggapi. Baru ada laporan dari desa dan camat kami tindak lanjuti,” kata Kepala BPBD Sumenep, Febriyanto, Kamis (9 September 2016).
Menurutnya, informasi yang disuguhkan oleh media massa ke publik, akurasi datanya tidak bisa dipertanggungjawabkan. Sehingga tidak bisa dijadikan bahan laporan untuk ditindaklanjuti, seperti krisis air bersih di Kecamatan Talango. ”Acuan kami hanya laporan dari desa dan camat,” tegasnya.
Mantan Kepala Disbudparpora itu mengatakan, berdasarkan data yang masuk di BPBD tahun ini, baru delapan desa yang telah mengajukan krisis air bersih. ”Ini akan segera kami tindaklanjuti dalam waktu dekat. Tapi meskipun sudah mengajukan bantuan itu tidak langsung turun karena masih harus diproses,” tegasnya.
Delapan desa dimaksud, yakni Desa Jangkong, Kecamatan Batang; Desa Juruan Daya, Batuputih Kenek, Tengeten, Larangan Kerta, Batuputih Daya, Bantelan, dan Desa Larangan Barma, Kecamatan Batuputih.
Dikatakan, jumlah potensi kekeringan tahun ini diprediksi akan mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, karena tahun ini musim kemarau basah.
Berdasarkan data di BPBD wilayah kekeringan tahun 2015 tersebar di 28 desa di 11 Kecamatan. Kekeringan di 11 kecamatan itu termasuk kategori kekeringan kritis, karena sumber mata air yang bisa diambil warga lebih dari 3 Km. Sedangkan kekeringan yang bersifat langka hanya tersebar di lima desa di dua kecamatan. “Untuk Kecamatan Pasongsongan hingga saat ini belum ada laporan yang masuk,” tuturnya.
Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau masyarakat ke depan terus waspada, karena kemarau basah berpotensi menyebabkan terjadinya bencana alam secara mendadak, seperti tanah longsor, dan bencana banjir. ”Kemarau basah sangat berbahaya, utamanya bagi tanaman. Karena akan menimbulkan banyak hama,” tegasnya. (JUNAIDI/MK)
