PAMEKASAN, koranmadura.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, mendesak Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mensosialisasikan bahaya virus zika kepada masyarakat.
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Apik, mengungkapkan virus zika di Pamekasan memang belum terdeteksi, tetapi bahaya virus ini perlu disosialisaikan sebagai bentuk antisipasi penyebaran virus tersebut.
“Meski virus zika ini belum ada korban, sosialisasi virus ini sangat perlu agar masyarakat bisa mengantisipasi,” kata Apik, Rabu (6 September 2016).
Perlunya sosialisasi virus yang menyebar melalui nyamuk aedes aegypti itu diyakini karena belum ada vaksin yang bisa menyembuhkan jenis penyakit tersebut.
“Virus ini sangat berbahaya, Dinkes harus segara bergerak mengantisipasi,” ujarnya.
Politisi Nasdem ini menyindir kinerja Dinkes yang kerap mensosialisasikan segala macam virus melalui media elektronik maupun media cetak dan online. Menurutnya, bentuk sosialisasi itu kurang maksimal. Semestinya selain sosialisasi melalui media, perlu juga sosialisasi langsung ke tengah-tengah masyarakat.
“Belum tentu masyarakat di desa itu mendengar dan membaca sosialisasi virus zika melalui radio dan koran. Lebih baik Dinkes sosialisasi langsung ke masyarakat,” terangnya.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinkes Pamekasan, Ismail Bey, mengaku sudah sosialisasi melalui puskesmas yang ada 13 Kecamatan dan melalui media.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, virus ini belum ditemukan di Pamekasan,” singkatnya. (RIDWAN/RAH)