SUMENEP, koranmadura.com – Di Kabupaten Sumenep topeng dalang sebenarnya masih lestari. Tapi karena khawatir hal itu tertelan berbagai macam perubahan, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Garda Pemerhati Lingkungan Hidup dan Kebudayaan (GPLHK) Madura memberikan penghargaan berupa piagam kepada pegiat kesenian topeng dalang Madura Rukun Perawas asal Desa Slopeng Kecamatan Dasuk, Kabupaten Sumenep.
“Penghargaan itu kami berikan kemarin (Rabu, 14 September 2016, red),” tutur Ketua GPLHK Madura, Moh. Tazam, Kamis (15 September 2016).
Dia mengaku sangat bersyukur atas eksisnya kesenian topeng dalang tersebut. Baginya, topeng dalang harus dirawat sedemikian rupa, karena merupakan salah satu kekayaan karya seni di Sumenep. Terlebih banyak budaya lokal, termasuk karya seni, mulai tergantikan dengan budaya lain yang cenderung kebarat-baratan. Indikasi yang dia sebut adalah banyak pemuda sudah tidak menyenangi topeng dalang.
Penghargaan tersebut diberikan langsung kepada Ketua Kesenian Topeng Dalang Madura Rukun Perawas, Etto, yang disaksikan kurang lebih 700 penonton dari berbagai pelosok desa di Kecamatan Rubaru dan sekitarnya. (DIDIK FATLURRAHMAN/RAH)
