SAMPANG, koranmadura.com – Banyak wejangan yang diberikan tokoh sepuh Sampang, KH. Abdussomad, yang berusia 102 kepada Moh. Hasan Jailani atau Mamak. Mamak berkesempatan sowan ke rumahnya di Desa Apaan, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang, Rabu (14 September 2016).
Di antara wejangannya kepada Mamak, Kiai Abdussomad, berpesan agar apabila nanti Mamak mendapat ridho Allah menjadi pemimpin Sampang, untuk teguh menjaga nama baik daerah. Sebab menurutnya, Sampang patut dijaga dan dibanggakan.
“Saya orang yang paling tidak rela dan tidak terima kalau ada yang mencela Sampang,” tutur tokoh kelahiran tahun 1914 yang juga ikut berjuang mengusir penjajah Belanda itu.
Mamak ditemui oleh Kiai Abdussomad di langgar “keramat” yang berusia 170 tahun. Di sela-sela obrolan, Mamak juga disarankan untuk berusaha dan selalu berdoa kepada Allah.
“Usaha yang baik yang tidak diridhoi Allah akan bertemu dengan siksa Allah. Usaha yang baik yang di ridhoi Allah akan bertemu dengan barokah Allah,” kata Kiai Abdussomad dalam wejangannya kepada Mamak
Obrolan Kiai Abdussomad dan Mamak yang berlangsung santai. Bahkan dari pertemuan dua generasi itu, terungkap kalau Kiai Abdussomad masih berguru kepada H. Hasan Basoeni yang merupakan kakek dari Mamak.
“Beliau (H. Hasan Basoeni, red) guru yang tegas, siapa pun yang menjadi muridnya pasti pinter. Saya menjadi muridnya sekitar tahun 1937-an semasa jaman belanda,” kenang Kiai Abdussomad.
“Terus berdoa minta kepada Allah, semoga ada takdir,” sambungnya sebelum Mamak pamit pulang. (DJIE/RAH).
