SUMENEP, koranmadura.com– Soal rusaknya infrastruktur di Jalan Ruang, Desa Pabian, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Dinas Perhubungan (Dishub) setempat angkat bicara.
Kepala Dishub Kabupaten Sumenep, Moh Fadillah, membenarkan salah satu faktor rusaknya jalan di Jalan Raung, karena seringnya dilintasi kendaraan berat yang memuat bahan material pekerjaan perluasan Bandara Trunojoyo.
“Kami sudah komunikasi dengan rekanan yang mengerjakan bandara,” katanya saat dihubungi, Rabu (21 September 2016).
Mantan Kepala BPBD itu mengatakan, sesuai hasil komunikasi yang dilakukan, rekanan bersedia untuk memperbaiki kondisi jalan yang rusak itu. “Tapi perbaikan itu akan dilakukan setelah pekerjaan perluasan bandara selesai,” tegasnya.
Sejak beberapa bulan terkhir pengerjaan perpajangan runway atau landasan pacu pesawat bandara trunojoyo mulai dikerjakan. Saat ini Bandara Trunojoyo memiliki runway sepanjang 1.130 meter dengan lebar 23 meter.
Tahun ini, Kemenhub mengalokasikan dana sebesar Rp 25,9 miliar lebih untuk perpanjangan dan pelebaran landasan pacu menjadi 1.600 meter x 30 meter. Salain itu juga pekerjaan penambahan sejumlah fasilitas, seperrti apron atau pelataran parkir pesawat yang dianggarkan lebih Rp 7,8 miliar.
Sejak Mei 2015, Bandara Trunojoyo telah dimanfaatkan untuk penerbangan pesawat perintis dengan kapasitas penumpang 15 orang. Maskapai yang melayani penerbangan perintis dari Bandara Trunojoyo Sumenep pada 2016 adalah PT Airfast Indonesia.
”Jadi setelah selesai nanti, maskapai yang bakal beroperasi adalah pesawat jenis ATR 72 dengan kapasitas penumpang 75 orang,” jelas Fadilah. (JUNAIDI/RAH)
