BANGKALAN, koranmadura.com – Siapa pun tidak akan menyangka Ansori dan Alwi, remaja masing-masing berusia 16 tahun, adalah penjambret. Berparas tampan, berpenampilan modis dan menunggang sepeda motor Satria yang telah dimodifikasi jauh dari kesan pelaku kriminal.
Termasuk Sabtu (17 September) lalu, saat kedua pemuda warga Desa Batonaong, Kecamaran Burneh ini nongkrong di pertigaan jalan Desa Nyorondung, Kecamatan Tanah Merah, warga sekitar tidak mengira kalau mereka punya niat jahat. Padahal, hari itu mereka tidak sedang nongkrong. Mereka sedang mencari ‘mangsa’ para pengendara untuk dijambret.
Kedok keduanya terungkap, setelah Muimmah, 48 tahun, melintas di pertigaan jalan itu. Dari ratusan pengendara yang lalu lalang, Ansori dan Alwi menilai Muimmah yang mengendarai sepeda matic dengan keponakan perempuannya adalah korban paling lemah. Apalagi, dompet milik Muimmah diletakkan di boks depan sepeda matic, posisi yang sangat mudah untuk dijambret.
Setelah mendapat sasaran, Ansori dan Alwi menguntit Muimmah. Sekira 200 meter dari pertigaan, Ansori memepet sepeda korban dan dengan cekatan Alwi mengambil dompet Muimmah dan berhasil. Ansori lalu memacu kencang sepeda motornya ke arah Desa Tangkel.
Rupanya perhitungan kedua pelaku meleset, Muimmah, warga Dusun Jaddih Tengah, Desa Jaddih, Kecamatan Socah itu ternyata tidak berkendara sendiri. Di belakangnya ada adiknya Mustakim yang berboncengan dengan istri dan anak yang berusia dua tahun. Melihat kakanya dijambret, Mustakim mengejar para pelaku. Muimmah juga ikut mengejar.
Satu kilometer setelah pertigaan Nyorondung, tepatnya di Pos Polisi Tangkel, Bripka Nanang Setiawan, anggota Polantas Polres Bangkalan, baru saja hendak memulai patroli rutin. Baru berpatroli sekira 20 meter, terdengar suara perempuan teriak jambret. Tanpa berfikir lama, Nanang memacu sepeda motornya mengejar jambret bersama Mustakim.
Di simpang empat Embong Miring Burneh, Ansori berbuat nekat, dia memacu kendaraan di arah berlawanan, untung saat itu jalanan sedang sepi. Nanang dan Mustakim berhasil memepet para pelaku di jalan Kelurahan Tunjung, mereka bergantian menendang sepeda motor pelaku namun tak berhasil membuat Ansori dan Alwi terjatuh.
“Saya nendang dua kali, Mustakim satu kali,” kata Bripka Nanang, Senin (19 September 2016).
Mungkin karena merasa telah terjepit dan sulit lolos, selama kejar-kejaran itu, para pelaku bernegoisasi dengan Nanang. “Ini pak saya kembalikan dompetnya, saya menyesal,” kata kedua pelaku. Namun Nanang tak bergeming, dia terus mengejar pelaku. Dompet Muimmah berisi uang Rp 2,4 juta lebih.
Karena negoisasi tak berhasil, pelaku berbelok arah di simpang Tiga Besel, Kelurahan Tunjung. Nanang terus menguntit, sementara Mustakim berhenti sejenak di simpang tiga Besel untuk menurunkan istri dan anaknya dan kemudian lanjut mengejar.
Kejar-kejaran itu terhenti di Desa Binoh. Ketika pelaku memperlambat laju sepeda motor karena banyak lubang dan polisi tidur, Mustakim mencoba menendang sepeda pelaku dan berhasil. Keduanya ‘nyungsep’ ke sawah sedalam satu meter. Keributan mengundang massa datang dan tanpa ampun memukuli kedua pelaku.
Nanang yang seorang diri tak mampu mengendalikan massa, dia segera meriah handy talk dan meminta bantuan. Karena bantuan lama datang, Nanang nekat menerobos massa yang marah dan kemudian menarik Ansori dan Alwi dan memasukkan kedua jambret dalam sebuah bengkel untuk menghindari amuk warga.
“Jari telunjuk saya yang pernah retak, kambuh lagi saat menarik kaus pelaku,” ujar dia. Saat bantuan polisi datang, kedua pelaku langsung dibawa ke Mapolres Bangkalan.
Nanang sendiri bertugas di Bangkalan sejak 2003. Empat tahun terakhir dia bertugas sebagai polisi lalu lintas. Terlibat aksi langsung menangkap penjahat, bukanlah kali pertama bagi Nanang. Dia pernah menangkap bandar narkoba di akses Suramadu dan menangkap dua pelaku curanmor.
“Kalau lagi ngejar gak ada rasa takut, di kepala itu cuma mikir bagaimana cara melumpuhkan,” katanya sambil terkekeh.
Sementara Kapolres Bangkalan, Ajun Komisaris Besar Anisullah M Ridha, menyampaikan pujian kepada Nanang lewat sebuah komentar di laman facebooknya. “Terima kasih atas reaksi cepat atas situasi di masyarakat,”. Kata dia. (ALMUSTAFA/RAH)
