SUMENEP, koranmadura.com – Tim Koordinator Investigasi Sumenep Korruption Watch (SCW) Junaidi Pelor mengaku tak akan gentar mengawal korupsi meski ada teror dengan membakar mobil pribadinya.
Mobil milik Junaidi, Rabu (7 September 2016) malam, didiga dibakar oleh orang tak dikenal saat diparkir di rumahnya Desa Aeng Dake, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep. Akibatnya, mobil Luxio warna putih itu mengalami kerusakan. (Baca: Mobil Pegiat Anti Korupsi Dibakar Orang Tak Dikenal)
Peristiwa tersebut bagi Junaidi adalah bentuk teror, namun tidak akan menurunkan kesemangatannya dalam mengawal korupsi ke depan. Bahkan, peristiwa tersebut menjadi cambuk untuk terus mengawal korupsi di Kota Sumekar ini.

“Lembaga kami sudah menancapkan garis perjuangan untuk mengawal korupsi hingga tuntas. Kami bertekat untuk memberikan keadilan bagi masyarakat kecil yang telah ditipu oleh antek-antek kaum elite dengan cara yang tidak wajar,” tegasnya, Jumat (9 September 2016).
Baginya, korupsi merupakan extra ordinary crime, yaitu kejahatan luar biasa yang sangat merugikan banyak orang. “Kami yakin seyakin-yakinnya semuanya sepakat jika korupsi adalah musuh kita bersama yang harus diberantas hingga ke akar-alarnya,” kata Junaidi. (JUNAIDI/MK)