SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep tahun ini menyediakan armada khusus bagi jemaah haji asal kepulauan setempat.
Kepala Bidang Laut dan Udara, Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep, Choirani Argoto, mengatakan untuk memudahkan transportasi bagi jemaah haji asal kepulauan, tahun ini Pemerintah Daerah menyediakan sebanyak dua armada laut secara gratis.
Dua armada yang disiapkan itu, yakni kapal Dharma Lautan bakal melayani jemaah haji beserta rombongannya dari Pelabuhan Kalianget ke Pulau Ra’as dan Pulau Sepudi. Sementara kapal satunya lagi, yaitu DBS I, akan melayani rute Pelabuhan Kalianget menuju Pulau Kangean dan Pulau Sapeken.
“Untuk ke Masalembu tidak kami sediakan, karena memang tidak ada kapal yang melayani rute itu. Mau pakai kapal perintis, tidak memungkinkan,” kata Argoto, Jum’at (16 September 2016).
Menurutnya, pemberian pelayaran gratis itu berupa pembelian tiket selama satu kali pelayaran. Bahkan, itu tidak hanya bagi keluarga dan rombongan jemaah haji, semua masyarakat kepulauan pada saat itu juga akan digratiskan.
“Program ini tergolong baru, karena baru tahun ini dianggarkan. Anggaran itu diambilkan dari APBD tingkat II tahun 2016,” jelasnya.
Menurut pria asal Surabaya itu, sesuai hasil komunikasi dengan instansi terkait, jadwal kedatangan jemaah haji asal Kabupaten Sumenep akan tiba di Sumenep antara 18-19 September 2016. Sementara kapal gratis akan diberangkatkan pada 20 September.
“Kemungkinan jemaah haji masih bermalam di Sumenep, Makanya kami target pemberangkatan tanggal 20 nanti,” tegasnya.
Secara geografis, Kabupaten Sumenep berada di ujung timur pulau Madura. Sumenep memiliki 126 Pulau yang tersebar di 27 kecamatan.
Tahun ini terbanyak jumlah jemaah haji asal kepulauan Kangean yang mencapai 46 jemaah haji, rinciannya Kecamatan Arjasa sebanyak 42 orang dan Kecamatan Kangaian sebanyak 4 orang. Setelah itu disusul Pulau Sapudi yang mencapai 36 orang, yakni di Kecamatan Nonggunong sebanyak 9 orang dan Kecamatan Gayam sebanyak 27 orang. Sedangkan Pulau Gili Genting sebanyak 14 orang, Pulau Masalembu 2 orang, Pulau Ra’as sebanyak 2 orang, dan Pulau Sapeken sebanyak 3 orang. (JUNAIDI/RAH)
