PAMEKASAN, koranmadura.com – Penggunaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) di Kabupaten Pamekasan selama ini masih cenderung terfokus pada pengembangan infrastruktur. Padahal yang tak kalah penting digenjot adalah pemberdayaan masyarakat.
Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Pamekasan, Muhammad Sahur, menjelaskan realisasi dana tersebut sebenarnya tidak hanya terfokus pada infrastruktur. Dalam ketentuan, katanya, penggunaan dana DD dan ADD menyangkut semua sektor, seperti pendidikan, budaya, pertanian, ekonomi, keterampilan atau pelatihan, kesejahteraan, dan lainnya.
“Kami mengamati, rakyat Pamekasan belum menikmati dana tersebut. Seluruh kepala desa fokus pada infrastruktur,” kata Muhammad Sahur, Jum’at (16 September 2016).
Semestinya kepala desa, lanjut dia, menyentuh program pemberdayaan masyarakat. Salah satunya yang harus dilakukan adalah mengembangkan sektor perekomian kreatif, sehingga pengentasan kemiskinan di Pamekasan yang masih relatif tinggi berjalan dengan sendirinya.
“Kalau melihat kenyataan saat ini, kepala desa belum menyentuh pada program pemberdayaan masyarakat. Semestinya program ini menjadi perhatian kepala desa,” tandas angota komisi IV DPRD Pamekasan itu. (RIDWAN/RAH)
