JAKARTA-Partai Golkar bergerak cepat melakukan manuver politik di Pilpres 2019. Meski perhelatan akbar itu masih tiga tahun lagi, Partai beringin di bawah kepemimpinan Setya Novanto, telah mendeklarasikan dukungan kepada Joko Widodo alias Jokowi, maju kembali di Pilpres mendatang. Bahkan sejumlah nama disiapkan Partau Golkar untuk dipasangkan dengan Jokowi. Salah satu nama yang muncul yakni Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati. Sri Mulyani dianggap laik untuk mendampingi Jokowi sebagai calon wakil presiden.
Namun anggota Fraksi PDI Perjuangan, M.H Said Abdullah mengaku tidak terlalu yakin, Sri Mulyani menjadi cawapres Jokowi. Pasalnya, kedatangan Sri Mulyani ke Indonesia murni sebagai seorang profesional dan bukan untuk menjadi politikus. “Kedatangannya bukan menjadi seorang politikus ataupun sebagai wakil presiden pada pemilihan umum pada tahun 2019. Saya menilai mbak Sri secara politik jauh panggang dari api,” kata Said di Jakarta, Selasa (13/9).
Meski demikian, politisi Jawa Timur ini tidak menampik jika politik itu cair. Artinya, segala kemungkinan bisa saja terjadi.
Namun integritas maupun profesionalitas Mantan Petinggi Bank Dunia ini akan dipertayakan bila kelak maju menjadi cawapres pada Pemilu 2019. “Bila nanti maju maka integritasnya akan dipertanyakan. Tetapi saya yakin, Mbak Sri seorang profesional,” kata politisi asal Sumenep Madura ini.
Sebelumnya, Partai Golkar melakukan manuver politik dengan mendeklarasikan dukungan kepada Presiden Joko Widodo maju kembali di Pemilihan Presiden tahun 2019.
Dalam rapat koordinasi teknis Partai Golkar muncul usulan nama calon wakil presiden, salah satunya Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk mendampingi Jokowi dalam Pilpres 2019.
Namun, Ketua DPP Golkar Bidang Pembangunan Daerah, Zainudin Amali menegaskan, belum ada pembahasan soal calon Wakil Presiden untuk mendampingi Jokowi di Pilpres 2019.