SUMENEP, koranmadura.com – Film Tutur Tinular yang bergenre drama kolosal pernah begitu populer pada era 90-an. Sinema elektronik (sinetron) Tutur Tinular yang berasal dari sandiwara radio itu berhasil tayang selama dua musim di televisi.
“Saya benar-benar merindukan sinetron laga seperti Tutur Tinular versi lama tayang di televisi lagi. Tontonan itu benar-benar menjadi inspirasi dan pengetahuan sejarah di masa lalu,” kata Syaian Maulidi, pemuda asal Giliraja, Sumenep.
Menurut dia, ketertarikan pada tayangan yang mengedepankan unsur sejarah kerajaan di Indonesa tersebut baginya dapat memberikan renungan bagi generasi muda.
“Sangat jarang sekali tayangan film-film di televisi sekarang mengangkat unsur sejarah kerajaan di tanah Jawa. Saya contohkan tayangan Tutur Tinular dulu menceritakan tentang kehidupan Kerajaan Singosari, Gelang Gelang, dan Majapahit. Toh, walaupun juga ada sekilas cerita keterkaitan dengan Raja Arya Wiraraja Sumenep, itu sangat tidak sempurna,” katanya.
Ia berharap, ada seniman dan pemerintah Sumenep mampu memproduksi film dengan temuan-temuan baru terutama yang mengisahkan tentang kerajaan Arya Wiraraja Sumenep bisa tayang di televisi.
“Saya ingin cerita Kerajaan Arya Wiraraja Sumenep juga tayang di televisi,” harapnya. (DIDIK F)
