SUMENEP, koranmadura.com – Angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep masih cukup tinggi. Sesuai data di Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, di tahun 2015 jumlahnya mencapai 216,84 ribu atau 20,20 persen.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka tersebut memang mengalami penurunan. Pada tahun 2014, angka kemiskinan di kabupaten paling timur Pulau Madura ini mencapai 218,86 ribu, turun 2,02 ribu penduduk atau 0,29 persen.
Menanggapi hal itu, Bupati, A. Busyro Karim mengatakan bahwa persoalan angka kemiskinan memang menjadi problem utama bangsa ini. Bukan hanya di Kabupaten Sumenep, tapi juga di tingkat provinsi maupun nasional.
Oleh sebab itu, menurut mantan Ketua DPRD Sumenep dua periode tersebut, program-program pemerintah, baik jangka pendek, menengah dan panjang, memang harus terus ditingkatkan. “Kalau yang jangka pendek seperti sumbangan-sumbangan itu. Kalau jangka panjang seperti penguatan SDM,” paparnya, Senin, 17 Oktober 2016.
Dikonfirmasi mengenai faktor masih tingginya angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep, menurut politisi PKB itu, karena letak geografis. “Tapi itu hanya salah satunya, bukan satu-satunya. Karena yang paling kita rasakan itu memang karena faktor geografis,” pungkasnya. (FATHOL ALIF/MK)
