SAMPANG, koranmadura.com – Tiga warga Sampang diduga menderita virus leptospirosis, virus yang bersumber dari kencing tikus saat banjir merendam sebagian Kota Sampang selama tiga hari, Senin-Rabu (10-12 Oktober 2016). Sementara satu warga telah meninggal dunia.
Tiga warga yang dimaksud Fatirah (56) warga Jalan Suhadak, Kelurahan Dalpenang; Busiri (55) warga Desa Gunung Maddah; dan Carista Amindia (6) warga Jalan Pemuda Baru, Kelurahan Rong Tengah.
Sementara penderita leptospirosis yang telah meninggal dunia yaitu Anwari (54) warga Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Dalpenang. “Hanya satu yang positif, yang meninggal itu (Anwari). Sedangkan tiga lainnya itu suspect,” papar Humas Dinkes Sampang Farid Bil Faqih saat ditemui di meja kerjanya, Senin, 17 Oktober 2016.
Baca: Leptospirosis Menyerang, 1 Meninggal, 1 Kritis
Menurut Faqih, dua dari tiga warga yang diduga menderita leptospirosis sudah dalam keadaan sehat. Sedangkan kondisi satu lainnya yakni Fatirah (56) warga Jalan Suhadak, Kelurahan Dalpenang masih mendapat perawatan medis di RSUD Surabaya.
“Kata siapa Fatirah meninggal, beliau masih hidup kok, sekarang masih dirawat di Surabaya. Sedangkan Busiri dan Carista Amindia sudah sehat,” klarifikasinya. (MUHLIS/MK)
