SUMENEP, koranmadura.com – Dinas Pekerjaan Umum Cipta Karya dan Tata Ruang (Cikatarung) Kabupaten Sumenep menggelar Workshop Strategi Komunikasi Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) di Hotel Utami, Senin, 24 Oktober 2016.
Kepala Dinas PU Cikatarung Bambang Irianto menuturkan, Program KOTAKU bertujuan untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan agar terwujud permukiman perkotaan yang layak huni produktif dan berkelanjutan.
Dalam mewujudkan Program KOTAKU diperlukan kolaborasi semua pihak mulai dari pemerintah tingkat pusat sampai dengan tingkat kelurahan/desa, pihak swasta, masyarakat dan pihak terkait lainnya. “Keterlibatan berbagai pihak secara kolaboratif sangat diperlukan sehingga bisa memberikan dampak positif,” tutur Bambang saat menyampaikan laporan panitia.
Sementara Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi dalam sambutannya mengungkapkan, pemerintah akan terus berupaya untuk terus menerus meningkatkan pembangunan dan perbaikan sarana prasarana infrastruktur dasar untuk meningkatkan akses perekonomian warga, sehingga jalur distribusi ekonomi bisa lebih lancar yang akhirnya berdampak pada meningkatnya pendapatan masyarakat.
Ia menambahkan bahwa dalam RPJMD Tahun 2015 -2019, penanganan pemukiman kumuh di Kabupaten Sumenep akan dijadikan kegiatan prioritas strategis nasional dengan semboyan seratus nol seratus “Mencapai seratus persen akses air minum, mengurangi kawasan kumuh hingga nol persen, dan seratus persen sanitasi yang ditargetkan tercapai” terang Wabup.
Ia berharap pasca acara ini, para peserta dapat melakukan penguatan kepada fasilitator lainnya dan masyarakat disekitarnya. “Kita berharap, 2019 Sumenep bebas kumuh,” harapnya. (MADANI/*)
