PAMEKASAN, koranmadura.com – Perebutan kursi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pamekasan, pada acara Muscab ke VII mulai terjadi perang dingin. Beredar kabar pasangan calon (paslon) mulai melakukan lobi-lobi ke kalangan tokoh dan kader partai tersebut.
Baca: DPC PPP Pamekasan Gelar Muscab VII
Informasi yang dihimpun koranmadura.com di lingkungan tempat acara Muscab PPP di Hotel Madinah Pamekasan, sistem pemilihan partai berlambang ka’bah itu disepakati berdasarkan paket, atau berpasangan calon ketua dan sekretatis.
Terdapat dua paslon yang muncul ke publik. Yakni, KH. Mondir Kholil sebagai calon ketua dan Mohammad Sahur Abadi Sekretaris. Satu pasangannya lainnya, RPA. Wazirul Jihad dan Ubaidillah.
Dua pasangan calon tersebut akan dipilih oleh formatur yang terdiri dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPW), Pengurus Harian Dewan Pimpinan Cabang (PH DPC), Majelis Pertimbangan, Pakar dan Syariah dan Pengurus Anak Cabang (PAC).
Saat dikonfirmasi, KH. Mondir Kholil mengakau tidak pernah mengajukan jadi calon ketua DPC PPP Pamekasan. Tetapi, kader PPP harus siap bila dikehendaki oleh pilar-pilar PPP Pamekasan.
“Saya tidak merasa menjadi kandidat, itu prediksinya siapa itu, kalau suara dari bawah sah-sah sajalah, tapi saya sendiri tidak pernah mengajukan untuk menjadi calon,” terangnya. (RIDWAN).
