SAMPANG, koranmadura.com– Meski minim fasilitas, olahraga sepatu roda di Kabupaten Sampang, Jawa Timur terus berkembang. Peminatnya makin banyak, khususnya dalam kalangan anak usia sekolah dasar hingga remaja usia sekolah menengah pertama. Tiap akhir pekan, penggemar olahraga kecepatan berkumpul di lapangan basket Wijaya Kusuma di Kelurahan Gunung Sekar untuk berlatih. “Karena belum ada track khusus, saya hanya izinkan anak saya berlatih di sini hari minggu saja,” kata Sumiyati, warga Kelurahan Ring Tengah, Minggu 30 Oktober 2016.
Sumiyati adalah orang tua Dina, 10 tahun, salah satu bocah yang menyukai olahraga sepatu roda. Hari biasa, Dina hanya diizinkan berlatih di halaman rumah. Menurut sang ibu, dirinya sengaja membatasi karena berlatih di tempat yang bukan lokasi khusus sepatu roda sangat beresiko bagi keselamatan anaknya. “Lagi pula, kalau terlalu jauh, kami sulit mengawasi anak,” ujar dia.
Dina sendiri mengaku belum sampai dua pekan berlatih sepatu roda secara intens. Dia tertarik dengan olahraga ini karena banyak teman-teman seusianya di rumah bermain sepatu roda. Tiap minggu, Dina dan temannya janjian untuk berlatih bersama di lapangan basket. “Hanya lapangan ini yang nyaman buat latihan,” kata dia dibenarkan temannya Adit, 11 tahun, juga warga Kelurahan Rong Tengah.
Kehadiran sepatu roda di lapangan basket, dikeluhkan para atlet basket di Sampang. Kehadiran sepatu roda menyebabkan para atlet basket harus mengubah jadwal latihan. Bahkan, karena tak sabaran untuk gantian pakai lapangan, para atlet basket nekat tetap bermain walau setengah lapangan. “Harus ada solusi, karena berbahaya kalau anak-anak yang main sepatu roda kena lemparan basket,” kata Tomi, pemerhati olahraga di Sampang.
Kepala Disporabudpar Sampang Djuwardi akan mengupayakan membuat arena khusus bermain sepatu roda. Tanah kosong di belakangan kantornya, kata dia, layak dijadikan arena belatih karena lahannya luas. “Tinggal diuruk dibangun tracknya,” kata dia.
Selama belum ada tempat khusus, Djuwardi mengizinkan peminat olahraga sepatu rodan numpang di lapangan basket dengan catatan. “Tidak merusak lapangan basket,” ungkap dia. (MUHLIS/ALMUSTAFA)