PAMEKASAN, koranmadura.com – Tiga hari yang lalu, Majelis Rasulullah Saw wilayah Madura menggelar acara mengenang hijrah Nabi Muhammad Saw Ke-1438, yang dipusatkan di Monumen Arek Lancor, Pamekasan. Acara tersebut dihadiri 25.000 jemaah.
Acara itu dihadiri Habib Sholeh Al-Jufri, Habib Ubaidillah Al Habsyi Surabaya, RKH. Muhammad Rofii Baidhowi (PP. Al-Hamidy Banyuanyar), Ust. Mushtafa Atef dari Mesir (pelantun qosidah qomarun), KH. Muid (PP. Buduran Sidoarjo), KH. Muhaimin (PP. Enjelen), H. Muhammad bin Hasan Baqir, H. Isma’il bin abd Qodir, KH. Misbah PP. Kebun Baru.
Tampak juga para tokoh masyarakat, antara lain Wakil Gubernur Jawa Timur Syaifullah Yusuf, Danpomdam V/Brawijaya Kolonel Cpm Subiakto, Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho, dan Dandim 0826 Letkol Inf. Nuryanto.
Dalam ceramahnya, Habib Sholeh Al-Jufri menyampaikan, Majelis Rasulullah Saw Madura ini sebagai wadah persatuan umat Islam, dalam melanjutkan dakwah sesuai dengan aqidah ahlus sunnah wal jama’ah.
“Dakwah yang dijalankan tidak beleh dicampur dengan politik, harus murni sesuai dengan aqidah ahlus sunnah wal jama’ah,” ungkapnya.
Kegiatan ini kali kedua Majelis Rasulullah SAW Madura mengadakan event akbar. Sebelumnya, mengadakan acara Mengaji, Berdzikir dan Bersholawat di Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan, yang dihadiri sekitar 20.000 jemaah.
“Semoga ke depannya bisa terus menjalin ukhuwah Islamiyah di bawah bendera Sayyidina Muhammad SAW,” papar Ust Rosyidi, salah satu ahlu khidmah Majeleis Rasulillah Madura (ADV/RIDWAN)
