SUMENEP,koranmadura.com – Sumur bor di Desa Soddara, Kecamatan Pasongsongan, Sumenep ternyata benar-benar menyemburkan gas, dan intensitas tegangan tersebut dinilai cukup tinggi. Hal ini dipastikan setelah tim pusat survie dari Badan Geologi Kementerian ESDM turun langsung melakukan pengamatan di lokasi pada Kamis siang, 17 Nopember 2016.
“Tekanan yang diduga gas ini cukup tinggi, jika diisi ke dalam kantong plastik ukuran 2 liter hanya butuh waktu setengah detik. Atau jika kantong plastik ukuran 4 liter hanya 1 detik itu sudah penuh,” kata Moh. Hermiyanto dari Badan Geologi Kementerian ESDM tersebut.
Hanya saja menurut Hermiyanto, sekalipun tekanannya cukup tinggi semburan gas ini dinilai tidak berbahaya bagi warga sekitar di luar lokasi. “Walaupun terhirup warga, kadarnya pasti sangat rendah. Sebab begitu keluar sudah berinteraksi dengan udara. Namun jika berada dalam lokasi ini dan menghirup banyak, ya pasti berbahaya,” jelasnya kepada koranmadura.com.
Untuk sementara, Badan Geologi belum bisa memastikan secara detil terkait semburan gas ini. Mereka mengaku masih akan membawa sampel gas dan tanah lumpur dari lokasi untuk diuji di laboratorium sebagai bahan kajian. Dugaan sementara, mengandung sulvur atau H2S. “Kami belum bisa memastikan secara detil, karena belum tahu kondisinya seperti apa. Ini masih mau dibawa untuk diuji ke laboratorium,” kata Heri.
Ditanya mengenai lama pengujian dan kapan masyarakat sekitar bisa memperoleh informasi, pihaknya juga belum bisa memastikan. “Tapi secepat mungkin hasilnya akan kami informasikan.” tutupnya. (DF/BETH)