SUMENEP, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten Sumenep membentuk kelompok kerja (Pokja) untuk menyukseskan visit Sumenep 2018. Pokja ini yang akan mempersiapkan segala sesuatunya jelang tahun kunjungan wisata nanti.
Pokja persiapan visit Sumenep 2018 terdiri dari enam tim. Pertama ialah Pokja tampilan wisata atau even yang terdiri dari Disbudparpora dan sejumlah budayawan dan seniman di Sumenep. Pokja ini nantinya akan membuat sejumlah even untuk menarik minat wisatawan.
Pokja kedua ialah destinasi wisata, terdiri dari Disbudparpora, Aspi (asosiasi pelaku wisata Indonesia), Asidewi (asosiasi desa wisata Indonesia), dan biro perjalanan.
Sedangkan Pokja ketiga ialah yang bertugas membenahi infrastruktur. Pokja ini terdiri dari Bappeda (badan perencanaan pembangunan daerah), dinas PU Cipta Karya, dinas PU Pengairan dan dinas PU Bina Marga Sumenep.
Pokja selanjutnya ialah media promosi. Selain diisi oleh Dinas Komunikasi dan Informatika serta Bagian Humas dan Protokol Setda Sumenep, Pokja ini juga diisi oleh PWI (persatuan wartawan Indonesia), KJS (komunitas jurnalis Sumenep) dan Amos (asosiasi media online Sumenep).
Berikutnya juga ada Pokja produk unggulan dan souvenir, yakni Disperindag, Dinas Koperasi dan UKM, HIPMI, KADIN, HIPSI, dan Januar (seorang pelopor pengusahan).
Terakhir ialah Pokja kerja sama dan investasi. Pokja ini timnya terdiri dari Bappeda, BPPT (badan pelayanan perizinan terpadu), bagian hukum dan bagian program pembangunan Setda Sumenep.
Namun demikian, meski Pokja persiapan visit Sumenep 2018 terbentuk, Pemkab sejauh ini belum menentukan titik wisata yang akan dijadikan konsentrasi. Tak hanya itu, yang berkaitan dengan budaya juga belum ditentukan.
Kepala Disbudparpora Sumenep, Sofiyanto, mengaku masih akan mengadakan rapat tindak lanjut dengan Pokja terkait untuk membicarakannya. “Mengenai konsentrasinya, nanti akan kita berikan, apakah Gili Labak, Gili Iyang, Lombang atau Slopeng,” ungkapnya, Selasa 22 November 2016. (FATHOL ALIF/RAH)
