koranmadura.com – Seringnya mengeluarkan keringat merupakan suatu hal yang wajar terjadi bagi kita yang tinggal di daerah tropis. Keringat yang menempel di baju bisa membuat kondisi tubuh menjadi lembap dan rawan menjadi tempat tumbuhnya jamur di kulit. Ketika Anda berdiri di depan cermin, cobalah sesekali perhatikan, apakah terdapat bintik-bintik putih di badan Anda? Jika ya, mungkin saja Anda memiliki panu.
Panu atau pitiriasis versikolor adalah infeksi jamur kulit yang disebabkan oleh jenis ragi yang secara alami hidup di kulit Anda. Ketika ragi tumbuh di luar kendali, maka hasilnya adalah penyakit kulit berupa ruam. Karena ragi tumbuh secara alami pada kulit, maka panu tidak akan menular dari satu orang kepada orang lain. Infeksi ragi ini dapat terjadi karena beberapa alasan berikut, di antaranya:
- Memiliki kulit berminyak.
- Tinggal di iklim panas.
- Berkeringat terlalu banyak.
- Memiliki sistem kekebalan tubuh lemah.
Infeksi panu akan membuat munculnya beberapa bintik (patch) pada tubuh. Asam yang dihasilkan oleh ragi membuat terbentuknya bintik pada kulit yang mungkin berwarna putih, merah muda, merah atau coklat yang lebih terang atau gelap dari bagian kulit di sekitarnya. Bintik panu dapat terjadi di mana saja, tetapi paling sering terlihat pada bagian leher, dada, punggung dan lengan. Pada kondisi dingin, kemungkinan bintik panu akan hilang, tetapi selama cuaca hangat dan lembap, bintik panu kemungkinan akan kering dan bersisik serta menyebabkan rasa gatal ataupun sakit, meskipun hal ini tidak selalu terjadi.
Untuk mendiagnosa panu biasanya dokter akan mendeteksinya dengan menggunakan sinar ultraviolet. Kemungkinan dokter juga akan mengambil sampel dengan mengambil beberapa sampel kulit pada daerah yang terkena panu. Pengobatan untuk masalah ini biasanya diatasi dengan penggunaan krim, lotion atau shampo yang dioleskan pada permukaan kulit, dan terkadang juga membutuhkan obat oral. Jenis pengobatan akan tergantung pada ukuran, lokasi, dan ketebalan daerah yang terinfeksi.
sumber : Wartakesehatan
