SUMENEP, koranmadura.com – Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Suluh Madura, Syamsuni, berbagi “resep” menulis di Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Institut Ilmu Keislaman Annuqayah (Instika) Guluk-guluk, Sumenep, Selasa 15 November 2016, dalam lanjutan Workshop Kepenulisan yang dilaksanakan selama satu minggu ini.
Dalam kesempatan ini, pertama-tama Syamsuni menggugah semangat peserta workshop untuk menulis. Menurutnya, sebenarnya pekerjaan menulis bukan hal sulit. Tak perlu banyak teori. “Menulis hanya butuh ketekunan. Kalau tidak percaya, silakan tekun menulis. Pasti dengan sendirinya kalian akan tahu menulis,” paparnya.
Pria yang akrab disapa Soe itu menambahkan, kunci sukses menulis lainnya, namun masih ada kaitannya dengan ketekunan, ialah membaca. Menurutnya, sebelum menjadi penulis yang baik, harus lebih dulu menjadi pembaca yang baik. Agar tulisan-tulisan yang dihasilkan tidak “gersang”.
Lebih lanjut, dalam kesempatan tersebut, Soe juga memberikan gambaran tentang dunia seorang jurnalis. Menurutnya, menjadi pegiat dunia jurnalistik saat ini tak cukup hanya berbekal kecakapan menulis. Lebih penting dari itu, seorang jurnalis juga harus idealis.
“Oleh karena itu, saya rekomendasikan agar teman-teman sebagai calon pegiat pers mahasiswa dan jurnalis masa depan untuk betul-betul memahami sembilan elemen jurnalistiknya Bill Covach dan Tom Rosentiel. Salah satunya, bahwa loyalitas utama jurnalisme adalah kepada warga negara,” pungkasnya.
Untuk diketahui, selain Pemred Majalah Suluh Madura, sebelumnya Pemred koranmadura.com, Zeinul Ubbadi, juga telah berbagi pengetahuan jurnalistik di kegiatan ini.
“Saya berterima kasih kepada Pemred koranmadura.com dan Pemred Suluh Madura serta jebolan LPM Instika lainnya yang telah berbagi pengetahuan dengan kami,” ucap Ketua LPM Instika, Jamalul Muttaqin. (FATHOL ALIF/MK)
