BANGKALAN, koranmadura.com – Pelaku penembakan yang dialami anggota Saintel Polres Bangkalan, Brigadir Nurkholis belum terungkap. Penyidik kesulitan mengidentifikasi pelaku karena minimnya petunjuk. “Masih penyelidikan,” kata Kepala Satreskrim Polres Bangkalan, Inspektur Satu Anton Widodo, Rabu, 16 November 2016.
Untuk mengungkap pelaku, kata Anton, pihaknya telah menyebar anggota reserse di perumahan Nilam, tempat Brigadir Nurkholis tinggal serta di perumahan lain. “Sejauh ini belum ada perkembangan,” ujar dia.
Sebelumnya, Kapolres Bangkalan, Ajun Komisaris Besar Anisullah M Ridha mengatakan kendala utama yang dihadapi polisi adalah minimnya saksi. Satu-satunya saksi adalah korban sendiri, dia pun tak terlalu mengenali ciri-ciri pelaku. “Waktu kejadian, lokasi penembakan pun gelap,” kata dia beberapa waktu lalu.
Baca: Intel Tertembak, Polisi Kesulitan Ungkap Pelaku
Penembakan yang dialami Nurkholis terjadi pada 5 November lalu. Saat itu, dia tengah rokoan di teras rumahnya, melihat pagar rumahnya terbuka, dia hendak menutup dan menguncinya. Saat itulah, Nurkholis melihat ada seseorang mencurigakan di depan rumah tetangganya Sudaryanti. Dia pun menegur orang tersebut.
Yang ditegur tampak gugup, ternyata dia tidak sendiri. Nurkholis melihat ada sosok lain di halaman rumah Sudaryanti. Sebagai polisi, Nurkholis yakin mereka pencuri dan hendak menangkapnya. Tapi Nurkholis Kalah jumlah, dia kalah. Pencuri berhasil kabur setelah menembak paha dengan air softgun. ALMUSTAFA/MK
