PAMEKASAN, koranmadura.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pamekasan, menyebutkan sistem pendidikan di Pamekasan masih cenderung mengedepankan ilmu pengetahuan (Kognitif) dibandingkan moral (afektif).
Ketua Komisi IV DPRD Pamekasan, Apik, mengatakan komisinya telah mengamati sistem pendidikan di kota Gerbang Salam. Hasilnya, Ilmu pengetahuan di kedepankan.
“Sekarang itu kan arahnya ke pendidikan karakter. Semestinya harus moral yang dikedapankan. Bukan lagi ilmu pengetahuan, sekalipun itu sama-sama penting,” kata Apik, Sabtu 26 November 2016.
Politisi partai Nasdem ini menjelaskan, dalam pendidikan karakter, ranah afektif harus ditekan, tapi tidak perlu mengabaikan ranah kognitif.
“Minimal dua ranah imbang imbang. Tapi saya lihat pendidikan di Pamekasan masih cenderung ke ilmu pengetahuan,” terangnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kapela Disdik Pameksan, Moh. Tarsun, membantah sistem pendidikan di Pamekasan mengedepankan ilmu pengetahuan.
Menurutnya, tiga ranah konsep pendidikan kognitif, afektif dan psikomotorik sudah dikembangkan secara imbang, dan tidak ada satu pun ketiga ranah itu terbaikan, karena Pemkab sudah berkomitmen untuk mencetak siswa memiliki kecerdasan komprehensip
Kecerdasan komprehensif itu, kata dia, meliputi kecerdasan spritual, emosional, sosial, intelektual dan kecerdasan kinestetik atau berpola hidup sehat.
“Materi yang diberikan pertama kepada siswa adalah Hablum Minnaallah atau kecerdasan spritual (iman dan takwa siswa), kemudian Hablum Minannas, dan lanjutkan kecerdasan intelektual dan kinestetik. Poin ini sebagai bekal hidup siswa ke depan. Baik di dunia dan akhirat,” terangnya.
“Jadi tidak ada yang namanya mengedepankan ilmu pengetahuan, sejak munculnya K-13 di Pamekasan langsung menerapkan pendidikan moral,” imbuhnya. (RIDWAN/RAH)
