SUMENEP, koranmadura.com– Kabupaten Sumenep akan menjadi tuan rumah kunjungan wisata tahun 2018. Berbagai kegiatan telah dilakukan oleh pemerintah untuk menarik minat wisatawan berkunjung ke ke kabupaten paling timur Pulau Madura ini. Termasuk terus membenahi objek wisata.
Sebelum wisatawan, baik lokal maupun manca negara, menyerbu Sumenep, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep diminta untuk mengantisipasi hal-hal tak diinginkan terjadi, misalnya yang sekiranya akan mengancam kearifan lokal. Tradisi masyarakat tidak boleh sampai terabaikan.
Ketua Komisi IV DPRD Sumenep, Moh. Subaidi, mengatakan, kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di Sumenep tidak boleh sampai menyinggung warga setempat. “Tradisi masyarakat kita harus dijaga. Masyarakat jangan sampai tersinggung,” katanya, Rabu, 16 November 2016.
Salah satu hal yang dinilai akan menyinggung masyarakat Sumenep ialah jika ada di antara wisatawan yang hanya mengenakan bikini ketika menikmati wisata bahari di daerah ini. Menurut politisi PPP tersebut, hal-hal semacam harus betul diantisipasi. Pemkab diminta tidak kecolongan.
Hanya saja untuk diatur dalam peraturan daerah (perda) jika harus atas inisiatif Komisi IV, hal-hal seperti itu, menurutnya, tidak memungkinkan tahun depan. Apalagi tahun ini. Dalam rencana Prolegda tahun 2017, pihaknya hanya akan mengusulkan tiga raperda, yakni tentang pengelolaan olahraga, kearsipan serta seni dan budaya.
Selain itu, pihaknya mengaku juga masih harus menunggu investor. Informasi yang diterima Komisi IV, tahun depan akan ada satu investor yang akan melakukan penjajakan untuk mengelola salah satu destinasi wisata. “Nanti kita akan melihat dulu seperti apa rencana mereka. Khawatir kalau sudah dibuatkan regulasi nanti “tabrakan”. Kan, eman?” pungkasnya.
FATHOL ALIF/MK
