SUMENEP, koranmadura.com – Dalam rangka menyambut visit 2018, Pemerintah Kabupaten (Pewkab) Sumenep diminta selektif menggarap potensi wisata. Bukan lantas menggarap semua tempat wisata dengan kondisi keuangan daerah yang terbatas.
Baca: Inilah Daftar Kegagalan Kadisbudparpora Sumenep Versi Mahasiswa
Budayawan Sumenep, Edi Setiawan, mengatakan, idealnya semua potensi wisata di kabupaten paling timur Pulau Madura memang harus digali oleh pemerintah daerah. Namun jika anggarannya terbatas, pemerintah harus pandai memilah dan memilih objek wisata yang akan digarap dalam rangka menyambut visit 2018.
“Jangan semua objek wisata digarap. Karena realitasnya, masalah biaya ini yang tidak akan mencukupi. Bahaya kalau semuanya digarap. Akhirnya dapat sedikit-sedikit, tidak akan ada yang menonjol,” ujar lulusan Unibraw Malang tahun 1975 itu.
Menurutnya, potensi wisata yang perlu digarap dengan serius dan disempurnakan oleh Pemkab Sumenep salah satunya wisata alam (pantai), yakni Pantai Slopeng dan Lombang. “Kalau semuanya digarap, biayanya dari mana? Kita juga harus realistis menggarap potensi wisata,” tambahnya.
Selain wisata alam, yang juga perlu digarap dengan serius oleh Pemkab Sumenep ialah potensi wisata religi (ziarah), seperti di Asta Tinggi. Pemerintah harus menyediakan tempat istirahat bagi para peziarah, dilengkapi dengan jualan aneka makanan dan minuman.
Edi menambahkan, untuk menyukseskan visit 2018, pemerintah juga harus sering-sering menyelenggarakan even kebudayaan yang dapat menyedot perhatian masyarakat luar daerah, misalnya Ul daul, Tan Pangantanan, Karapan Sapi Tradisional dan Topeng. “Tidak semua budaya. Tapi yang diperkirakan menjadi tontonan menarik bagi wisatawan saja,” ujar Edi.
Pemerintah tidak perlu mengadakan even-even besar namun tidak menarik. “Seperti mengadakan even untuk memecahkan rekor seribu orang mengukir. Apa yang akan diukir? Tidak menarik. Jadi memang harus selektif,” pungkasnya.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Sumenep, Sofiyanto, mengatakan, dalam rangka menyukseskan program visit 2018, semua potensi wisata, mulai dari Pantai Slopeng, Lombang, Pulau Gili Labak, Gili Iyang, dan Pantai Sembilan akan mulai dilakukan pembenahan.
“Kalau kita sekarang semuanya dipersiapkan. Kemudian pada visit 2018, kita mengkrucut. Kita akan bagi-bagi. Semua destinasi wisata akan mempunyai icon tersendiri. Contoh, Slopeng nanti akan menjadi kawasan mainan di laut. Kemudian Lombang adalah alam. Gili Iyang adalah kesehatan. Gili Labak alah diving dan snorkeling. Kemudian Pantai Sembilan adalah alam dan kerajinan,” katanya. FATHOL ALIF/MK
